Putin Balas Dendam, Sita Aset Perusahaan Barat yang Eksodus dari Rusia
Jum'at, 11 Maret 2022 - 13:45 WIB
Meski barat masih memiliki aset dan lokasi fisik di Rusia, tapi tidak satupun dari mereka melakukan aktivitas produksi sabagai upaya meminimalkan potensi kerugian bisnis. Apple, misalnya, tidak memproduksi produk apa pun di Rusia sebelum invasi, dan perusahaan telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan semua penjualan dan pengiriman barangnya ke Rusia. Jadi apabila Rusia ingin merebut kembali Apple Store, itu akan kosong.
Putin kemungkinan akan menghadapi masalah serupa saat mencoba menciptakan nilai aset milik asing lainnya yang masih tersisa di Rusia. Pedagang pengecer seperti Nike, Zara, dan Levi's semuanya telah mengumumkan rencana untuk meninggalkan negara itu.
Baca Juga: Inilah 4 Negara yang Dukung Invasi Rusia ke Ukraina
Tak hanya itu, pemerintah Rusia juga berencana menyita pesawat jet senilai USD20 miliar yang disewa oleh perusahaan asing ke Aeroflot, maskapai nasional Rusia,menurutThe Guardian. Langkah itu merupakan salah satu serangan balasan pertama yang dilancarkan Putin.
Balasan Putin terhadap sanksi dengan merebut aset barat memicu reaksi Gedung Putih. "Jika mereka mengambil tindakan itu, saya yakin akan ada langkah yang akan kami ambil," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki.
Putin kemungkinan akan menghadapi masalah serupa saat mencoba menciptakan nilai aset milik asing lainnya yang masih tersisa di Rusia. Pedagang pengecer seperti Nike, Zara, dan Levi's semuanya telah mengumumkan rencana untuk meninggalkan negara itu.
Baca Juga: Inilah 4 Negara yang Dukung Invasi Rusia ke Ukraina
Tak hanya itu, pemerintah Rusia juga berencana menyita pesawat jet senilai USD20 miliar yang disewa oleh perusahaan asing ke Aeroflot, maskapai nasional Rusia,menurutThe Guardian. Langkah itu merupakan salah satu serangan balasan pertama yang dilancarkan Putin.
Balasan Putin terhadap sanksi dengan merebut aset barat memicu reaksi Gedung Putih. "Jika mereka mengambil tindakan itu, saya yakin akan ada langkah yang akan kami ambil," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki.
(nng)
Lihat Juga :