Kenaikan Harga BBM di Depan Mata, Jokowi ke Sri Mulyani: Tahan Sampai Berapa Hari?
Jum'at, 11 Maret 2022 - 13:28 WIB
"Dulu naik dua kali, naik tiga kali, naik empat kali, naik lima kali. Artinya apa? barang-barang logistik sampai ke konsumen pun terbebani oleh harga kontainer yang naik dan juga dibeli lebih mahal. Efeknya kemana-mana," kata Jokowi.
Baca Juga: Pantas Saja AS Berani Embargo Minyak Rusia, Efeknya Tak Separah Krisis Energi 1970-an
Akibat hal tersebut, beberapa negara mengalami kenaikan inflasi. Jokowi pun berpesan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan pihak terkait agar berhati-hati dalam mengelola ekonomi.
"Artinya apa kerja sekarang ini harus kerja detil. Kalau gak detil engga akan menyelesaikan masalah. Untungnya inflasi negara kita masih terkendali dengan baik masih 2,2% coba lihat di Turki 48,7%, di Amerika tadinya dibawah 1% sekarang sudah di 7,5% dan India sudah 6%, Rusia sudah 8,7% tapi enggak hari-hari ini," kata Jokowi.
"Situasi seperti ini di dunia, menurut saya kuncinya adalah kecepatan berubah dan bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada ini yang akan kita lakukan," imbuhnya.
Baca Juga: Pantas Saja AS Berani Embargo Minyak Rusia, Efeknya Tak Separah Krisis Energi 1970-an
Akibat hal tersebut, beberapa negara mengalami kenaikan inflasi. Jokowi pun berpesan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan pihak terkait agar berhati-hati dalam mengelola ekonomi.
"Artinya apa kerja sekarang ini harus kerja detil. Kalau gak detil engga akan menyelesaikan masalah. Untungnya inflasi negara kita masih terkendali dengan baik masih 2,2% coba lihat di Turki 48,7%, di Amerika tadinya dibawah 1% sekarang sudah di 7,5% dan India sudah 6%, Rusia sudah 8,7% tapi enggak hari-hari ini," kata Jokowi.
"Situasi seperti ini di dunia, menurut saya kuncinya adalah kecepatan berubah dan bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada ini yang akan kita lakukan," imbuhnya.
(akr)
Lihat Juga :