Sinyal Rusia Minta Bantuan China Hadapi Sanksi Ekonomi, AS Kasih Peringatan Keras
Selasa, 15 Maret 2022 - 02:20 WIB
"Kami tidak akan membiarkan ada kemajuan dari rencana itu yang memungkinkan Rusia menghindar dari sanksi ekonomi dari negara manapun di dunia," katanya.
Dia menambahkan bahwa sementara AS percaya China sadar bahwa pemimpin Rusia Vladimir Putin 'merencanakan sesuatu' sebelum invasi terjadi, Beijing "mungkin tidak memahami sepenuhnya".
"Karena sangat mungkin bahwa Putin berbohong kepada mereka dengan cara yang sama seperti dia berbohong kepada orang Eropa dan lainnya," kata Sullivan.
Sebagai tanggapan, juru bicara kementerian luar negeri di Beijing, Zhao Lijian mengatakan, AS telah "menyebarkan disinformasi yang menargetkan China pada masalah Ukraina, dengan niat jahat".
Ditanya apakah dirinya dapat mengklarifikasi kabar China telah menerima permintaan bantuan militer dari Rusia, Zhao mengatakan ini adalah "berita palsu" tetapi tidak menyangkalnya secara langsung.
Rusia dan China sendiri belakangan oni mempererat kerja sama, karena keduanya berada di bawah tekanan kuat Barat atas kasus hak asasi manusia dan serangkaian masalah lainnya. Beijing tidak mengecam serangan tindakan Rusia serang Ukraina dan tidak menyebutnya sebagai invasi, tetapi mendesak solusi dari negosiasi.
Dia menambahkan bahwa sementara AS percaya China sadar bahwa pemimpin Rusia Vladimir Putin 'merencanakan sesuatu' sebelum invasi terjadi, Beijing "mungkin tidak memahami sepenuhnya".
"Karena sangat mungkin bahwa Putin berbohong kepada mereka dengan cara yang sama seperti dia berbohong kepada orang Eropa dan lainnya," kata Sullivan.
Sebagai tanggapan, juru bicara kementerian luar negeri di Beijing, Zhao Lijian mengatakan, AS telah "menyebarkan disinformasi yang menargetkan China pada masalah Ukraina, dengan niat jahat".
Ditanya apakah dirinya dapat mengklarifikasi kabar China telah menerima permintaan bantuan militer dari Rusia, Zhao mengatakan ini adalah "berita palsu" tetapi tidak menyangkalnya secara langsung.
Rusia dan China sendiri belakangan oni mempererat kerja sama, karena keduanya berada di bawah tekanan kuat Barat atas kasus hak asasi manusia dan serangkaian masalah lainnya. Beijing tidak mengecam serangan tindakan Rusia serang Ukraina dan tidak menyebutnya sebagai invasi, tetapi mendesak solusi dari negosiasi.
Lihat Juga :