Pembebasan Lahan Tol Semarang-Demak Tersendat Usai Terendam Air Laut Akibat Abrasi
Rabu, 30 Maret 2022 - 12:50 WIB
Untuk seksi 1 jalan tol Semarang-Demak mengalami sedikit kendala karena terdapat satu lokasi yang disebut sebagai tanah musnah yakni dulunya daratan sekarang sudah tidak terlihat karena terendam air laut. Foto/Dok
JAKARTA - Sebagian lahan warga hilang terkikis air laut di sekitar kawasan yang akan dibangun jalan tol Semarang-Demak . Hal tersebut menjadi hambatan dalam proses pembebasan lahan .
Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bidang Hubungan Antar Lembaga, Asep Arofah mengatakan, saat ini pembanguan seksi 1 jalan tol Semarang-Demak mengalami kendala lahan.
Baca Juga: Ganjar Berharap Tol Semarang-Demak Dorong Perekonomian Jateng
Menurutnya ada beberapa lahan warga ketika hendak dibebaskan lahannya saat ini sudah berubah terendam air laut. Garis pantai yang sebelumnya berara di pinggir lahan tersebut, kini sudah melahap sebagian lahan warga.
"Untuk seksi 1, kami mengalami sedikit kendala karena terdapat satu lokasi yang disebut sebagai 'tanah musnah' yakni dulunya daratan sekarang sudah tidak terlihat karena terendam air laut," ujar Asep dalam keterangan resmi di web Binamarga, Sabtu (29/1/2022).
"Kami mohon bantuannya untuk penyelesaian pembayaran seperti apa. Karena kami sebagai pelaksana pembangunan ingin memastikan bahwa tanah itu memang bisa digunakan tanpa merugikan pihak tertentu," sambungnya.
Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bidang Hubungan Antar Lembaga, Asep Arofah mengatakan, saat ini pembanguan seksi 1 jalan tol Semarang-Demak mengalami kendala lahan.
Baca Juga: Ganjar Berharap Tol Semarang-Demak Dorong Perekonomian Jateng
Menurutnya ada beberapa lahan warga ketika hendak dibebaskan lahannya saat ini sudah berubah terendam air laut. Garis pantai yang sebelumnya berara di pinggir lahan tersebut, kini sudah melahap sebagian lahan warga.
"Untuk seksi 1, kami mengalami sedikit kendala karena terdapat satu lokasi yang disebut sebagai 'tanah musnah' yakni dulunya daratan sekarang sudah tidak terlihat karena terendam air laut," ujar Asep dalam keterangan resmi di web Binamarga, Sabtu (29/1/2022).
"Kami mohon bantuannya untuk penyelesaian pembayaran seperti apa. Karena kami sebagai pelaksana pembangunan ingin memastikan bahwa tanah itu memang bisa digunakan tanpa merugikan pihak tertentu," sambungnya.
Lihat Juga :