Bappenas: ASN yang Bakal Hijrah ke IKN Nusantara Mayoritas Milenial
Kamis, 14 April 2022 - 13:24 WIB
Gaya kerja ASN (Aparatur Sipil Negara) bakal mengalami perubahan dan bertransformasi di IKN Nusantara, dimana Bappenas mengatakan PNS yang bakal ikut pindah ke Ibu Kota baru mayoritas milenial. Foto/Dok
JAKARTA - Direktur Aparatur Negara Kementerian PPN/Bappenas, Prahesti Pandanwangi mengatakan, pemindahan Ibu Kota tidak hanya sekedar memindahkan para PNS (Pegawai Negeri Sipil) dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Namun juga menandai dilakukannya transformasi kerja para ASN .
Baca Juga: Bangun IKN Nusantara Pakai Duit APBN, Begini Tahapannya
Menurutnya para PNS yang akan di pindahkan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara lebih banyak dari usia millenial. Hal tersebut membuat dasar dari perubahan sistem kerja yang mengikuti kebutuhan para milenial .
"Tranformasi bekerja di ASN nanti juga kalau kita lihat ke depan perkantoran pemerintahan akan dibangun konsep kantor bersama, dan mengedepankan konektivitas fisik dan digital antar K/L," ujar Prahesti dalam webinar BRIN, Kamis (14/4/2022).
Selanjutnya transformasi kerja juga didukung dan diperkuat melalui flexible working arragement berbasis digital, dimana cara kerja diarahkan lebih informal, interaktif, kasual, dan tidak terbatas ruang-ruang kantor.
"Sebenarnya selama ini juga sudah kita lakukan karena ada keterbatasan saat pandemi Covid-19," sambungnya.
Baca Juga: Bangun IKN Nusantara Pakai Duit APBN, Begini Tahapannya
Menurutnya para PNS yang akan di pindahkan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara lebih banyak dari usia millenial. Hal tersebut membuat dasar dari perubahan sistem kerja yang mengikuti kebutuhan para milenial .
"Tranformasi bekerja di ASN nanti juga kalau kita lihat ke depan perkantoran pemerintahan akan dibangun konsep kantor bersama, dan mengedepankan konektivitas fisik dan digital antar K/L," ujar Prahesti dalam webinar BRIN, Kamis (14/4/2022).
Selanjutnya transformasi kerja juga didukung dan diperkuat melalui flexible working arragement berbasis digital, dimana cara kerja diarahkan lebih informal, interaktif, kasual, dan tidak terbatas ruang-ruang kantor.
"Sebenarnya selama ini juga sudah kita lakukan karena ada keterbatasan saat pandemi Covid-19," sambungnya.
Lihat Juga :