Terkuak! Ini Modus yang Bikin Minyak Goreng Curah Subsidi Mahal dan Langka
Kamis, 14 April 2022 - 15:37 WIB
Kemenperin ungkap kecurangan para distributor minyak goreng curah. Foto/Antara
JAKARTA - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ) mengungkap sumber penyebab harga minyak goreng curah subsidi mahal dan langka di pasaran. Meski pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah Rp14.000/liter, namun yang terjadi di lapangan pedagang pasar mendapatkan harga yang lebih mahal.
Baca juga: Minyak Goreng Curah Minim, Pedagang Pasar: Harga Tinggi, Barang Susah Didapat
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif memaparkan, telah terjadi penyelewengan oleh distributor (D1 dan D2) sehingga HET yang seharusnya diterima masyarakat serta pelaku usaha mikro dan kecil sebesar Rp14.000/liter atau Rp15.500/kilogram tidak tercapai.
"Pertama, pelanggaran repacking. Satgas Pangan Polri tadi menyebut, distributor D1 melakukan repacking minyak goreng curah bersubsidi menggunakan jeriken lima liter dan dijual dengan harga Rp85.000/jeriken atau Rp17.000/liter, artinya di atas HET. Selain itu, tidak ada bukti penjualan minyak goreng dalam jeriken," ungkap Febri di Jakarta, Kamis (14/4/2022.
Baca juga: Minyak Goreng Curah Minim, Pedagang Pasar: Harga Tinggi, Barang Susah Didapat
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif memaparkan, telah terjadi penyelewengan oleh distributor (D1 dan D2) sehingga HET yang seharusnya diterima masyarakat serta pelaku usaha mikro dan kecil sebesar Rp14.000/liter atau Rp15.500/kilogram tidak tercapai.
"Pertama, pelanggaran repacking. Satgas Pangan Polri tadi menyebut, distributor D1 melakukan repacking minyak goreng curah bersubsidi menggunakan jeriken lima liter dan dijual dengan harga Rp85.000/jeriken atau Rp17.000/liter, artinya di atas HET. Selain itu, tidak ada bukti penjualan minyak goreng dalam jeriken," ungkap Febri di Jakarta, Kamis (14/4/2022.
Lihat Juga :