Kisah Haru Fuad Hadzic, 30 Tahun Buka Puasa di Bawah Tanah
Minggu, 17 April 2022 - 04:30 WIB
Konflik etnis tersebut tidak lain adalah perang bersenjata yang terjadi antara 1992 hingga 1995. Seteru besar ini melibatkan Bosnia, Republik Federal Yugoslavia kemudian berganti nama menjadi Serbia dan Montenegro, dan tentu saja Kroasia.
Terjadinya konflik tersebut sebagai akibat situasi di wilayah Bosnia dan Herzegovina yang tidak menentu juga dikarenakan perseteruan antara beberapa etnis dan keyakinan berbeda. Salah seorang penambang bernama Fuad Hadzic mengaku selamat dari bencana keruntuhan yang terjadi di tambang Zenica 2014 lalu.
Buruh senior itu memercayai bahwa kejadian itu hanya cobaan Tuhan dalam menguji keimanannya. Saat itu, di luar kendali beberapa terowongan runtuh kemudian menyebabkan Hadzic berikut 33 penambang lainnya terjebak di bawah tanah selama beberapa jam. Lima di antara mereka tewas di tempat.
"Semoga hal serupa tidak terulang atau terjadi pada orang lain, toh selama beberapa jam yang mencekam itu orang-orang beriman di antara kami memercayai bahwa Tuhan akan senantiasa menyelamatkan kami," kata Hadzic, menutup ceritanya tentang musibah yang hampir merenggut nyawanya seperti dilansir dari apnews, di Jakarta, Sabtu (16/4/2022).
"Dengan lantang kami mengucapkan semua doa yang kami hafal sembari mendorong satu sama lain untuk tidak berhenti berharap, karena kami tahu hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan kami," imbuhnya.
Terjadinya konflik tersebut sebagai akibat situasi di wilayah Bosnia dan Herzegovina yang tidak menentu juga dikarenakan perseteruan antara beberapa etnis dan keyakinan berbeda. Salah seorang penambang bernama Fuad Hadzic mengaku selamat dari bencana keruntuhan yang terjadi di tambang Zenica 2014 lalu.
Buruh senior itu memercayai bahwa kejadian itu hanya cobaan Tuhan dalam menguji keimanannya. Saat itu, di luar kendali beberapa terowongan runtuh kemudian menyebabkan Hadzic berikut 33 penambang lainnya terjebak di bawah tanah selama beberapa jam. Lima di antara mereka tewas di tempat.
"Semoga hal serupa tidak terulang atau terjadi pada orang lain, toh selama beberapa jam yang mencekam itu orang-orang beriman di antara kami memercayai bahwa Tuhan akan senantiasa menyelamatkan kami," kata Hadzic, menutup ceritanya tentang musibah yang hampir merenggut nyawanya seperti dilansir dari apnews, di Jakarta, Sabtu (16/4/2022).
"Dengan lantang kami mengucapkan semua doa yang kami hafal sembari mendorong satu sama lain untuk tidak berhenti berharap, karena kami tahu hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan kami," imbuhnya.
Lihat Juga :