Erick Thohir Bawa Kabar Baik, Industri Penerbangan Pulih 6-8 Bulan Lagi
Rabu, 27 April 2022 - 12:37 WIB
Kasus adalah terpuruknya keuangan PT Garuda Indonesia Tbk,. Struktur keuangan emiten dengan kode saham GIAA ini memang berdarah-darah lantaran pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang. Kondisi ini diperparah dengan total utang yang mencapai Rp 139 triliun.
Lalu, maskapai Sriwijaya Air yang juga sempat terpuruk ketika pecah kongsi dengan Garuda Indonesia sehingga akhirnya terpaksa melakukan PHK terhadap pekerjanya.
Baca Juga: Erick Thohir Dinilai Bisa Jadi Penentu di Pilpres 2024
Belum lagi Sriwijaya Air yang sebelumnya sempat mengalami insiden kecelakaan, tentunya menambah kerugian luar biasa bagi maskapai ini. Covid-19 telah memberikan banyak pukulan telak terhadap industri penerbangan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi arus kas industri penerbangan akan tetap negatif selama tahun 2021 dengan potensi cash burn hingga USD75 miliar.
Lalu, maskapai Sriwijaya Air yang juga sempat terpuruk ketika pecah kongsi dengan Garuda Indonesia sehingga akhirnya terpaksa melakukan PHK terhadap pekerjanya.
Baca Juga: Erick Thohir Dinilai Bisa Jadi Penentu di Pilpres 2024
Belum lagi Sriwijaya Air yang sebelumnya sempat mengalami insiden kecelakaan, tentunya menambah kerugian luar biasa bagi maskapai ini. Covid-19 telah memberikan banyak pukulan telak terhadap industri penerbangan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi arus kas industri penerbangan akan tetap negatif selama tahun 2021 dengan potensi cash burn hingga USD75 miliar.
(nng)
Lihat Juga :