Tingkatkan Layanan Digital, Manulife Perluas Kemitraan dengan Halodoc
Sabtu, 11 Juni 2022 - 15:05 WIB
(Kiri-Kanan): GM Indemnity Health Manulife Indonesia Lina Bong, CEO & Co-Founder Halodoc Jonathan Sudharta, COO Manulife Indonesia Caroline Utomo. Foto/Ist
JAKARTA - Kemudahan dalam mengakses kesehatan merupakan hak setiap masyarakat dan saat ini kian mudah dengan hadirnya perusahaan startup teknologi kesehatan atau healthtech.
Untuk itulah, perusahaan asuransi Manulife Indonesia memperluas jangkauan kemitraannya dengan aplikasi kesehatan Halodoc.
Perluasan ini dalam rangka mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang inklusif, cepat dan seamless, serta menyediakan layanan Third Party Administration (TPA) kepada nasabah.
President Director & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan, hadirnya layanan ini memberikan kemudahan administrasi layanan kesehatan (klaim dan penggantian) serta memasilitasi akses rawat jalan dan rawat inap untuk nasabah Manulife di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan komitmen perseroan untuk mempermudah akses bagi nasabah melalui layanan digital.
“Sebagai perusahaan health and wealth, memberdayakan kesehatan dan kemapanan finansial tidak hanya sejalan dengan bisnis kami, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip Sabtu (11/6/2022).
Baca juga: Aset Industri Asuransi Capai Rp1.637 Triliun di Awal Tahun 2022
Untuk itulah, perusahaan asuransi Manulife Indonesia memperluas jangkauan kemitraannya dengan aplikasi kesehatan Halodoc.
Perluasan ini dalam rangka mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang inklusif, cepat dan seamless, serta menyediakan layanan Third Party Administration (TPA) kepada nasabah.
President Director & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan, hadirnya layanan ini memberikan kemudahan administrasi layanan kesehatan (klaim dan penggantian) serta memasilitasi akses rawat jalan dan rawat inap untuk nasabah Manulife di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan komitmen perseroan untuk mempermudah akses bagi nasabah melalui layanan digital.
“Sebagai perusahaan health and wealth, memberdayakan kesehatan dan kemapanan finansial tidak hanya sejalan dengan bisnis kami, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, dikutip Sabtu (11/6/2022).
Baca juga: Aset Industri Asuransi Capai Rp1.637 Triliun di Awal Tahun 2022
Lihat Juga :