Disuntik PMK, HK Kebut Proyek Dua Ruas Tol Trans Sumatera

Rabu, 24 Juni 2020 - 13:36 WIB
Budi mengatakan, tak hanya perekonomian sekitar, keuangan Hutama Karya juga akan berpengaruh. Sambung dia mengungkapkan, dengan PMN ini pihaknya memproyeksi kinerja keuangan dalam hal ini pendapatan pada tahun 2020 Rp 40,7 triliun akan naik menjadi Rp 47 triliun pada 2021. "Dengan PMN akan naik pendapatan dari Rp 40,7 triliun tahun 2020, naik Rp 47 triliun di tahun 2021," jelasnya.

Diterangkan juga olehnya pembangunan ruas tol Simpang Indralaya-Muara Enim akan menciptakan dampak ekonomi selama masa konsesi yakni stimulus Rp429,97 miliar, output Rp985,47 miliar, nilai tambah Rp539,52 miliar, income Rp140,82 miliar, serta tenaga kerja sebanyak 124.779 orang per tahun.

Selain itu akan menciptakan dampak fiskal selama masa konsesi yakni stimulus Rp13,99 miliar, untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp43,31 miliar, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp105,27 miliar.

Demikian juga untuk Ruas Pekanbaru-Padang dampak ekonominya yakni stimulus Rp213,53 miliar, output Rp474,83 miliar, nilai tambah Rp273,56 miliar, income Rp78,15 miliar, serta tenaga kerja sebanyak 63.258 orang per tahun.

Selain itu akan menciptakan dampak fiskal selama masa konsesi yakni stimulus Rp11,78 miliar, untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp19,94 miliar dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp58,97 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!