Pemulihan Ekonomi Tidak Akan Berhasil Tanpa Investasi ke Alam
Rabu, 24 Juni 2020 - 21:47 WIB
Dalam pernyataan bersama yang menandai peluncurannya, Global Steering Committee mendorong para pemimpin dunia untuk berinvestasi ke alam sebagai elemen inti dari rencana pemulihan ekonomi. Mereka berargumen bahwa keuntungan-keuntungan dari wilayah-wilayah yang dilindungi sering tidak diperhatikan, sehingga wilayah-wilayah tersebut layak mendapatkan dukungan stimulus.
Di antara keuntungan-keuntungan tersebut adalah wilayah-wilayah yang dilindungi dapat mengurangi kemiskinan, menyediakan habitat utama satwa liar, menghasilkan lapangan pekerjaan, melawan perubahan iklim, dan melindungi dari pandemi di masa depan. Wilayah-wilayah tersebut juga penting untuk mengakhiri kepunahan massal tumbuhan, binatang, dan mikro organisme yang menjaga udara kita bersih, air kita jernih, dan persediaan pangan kita banyak.
Pernyataan mereka didasarkan pada temuan-temuan sebuah laporan baru, yang diluncurkan juga pada 17 Juni oleh Campaign for Nature, yakni "A Key Sector Forgotten in the Stimulus Debate: the Nature-Based Economy". Laporan tersebut memaparkan alasan-alasan mengapa para pemerintah harus mengalokasikan dukungan stimulus pada wilayah-wilayah yang dilindungi, dan komunitas-komunitas masyarakat yang menjaga dan bergantung pada wilayah-wilayah itu.
"Di seluruh dunia, terutama Afrika, masyarakat-masyarakat lokal di sekitar wilayah yang dilindungi sedang menderita dan membutuhkan bantuan. Berbagai lapangan pekerjaan telah hilang, dan penghasilan-penghasilan yang sebelumnya digunakan untuk mendukung berbagai layanan seperti layanan kesehatan dan pendidikan menjadi semakin surut," kata mantan Presiden Sierra Leone, Ernest Bai Koroma, yang juga anggota Campaign for Nature's Global Steering Committee.
"Sudah jelas bahwa bumi sedang sakit dan kita semua merasakan sakitnya. Pemerintah-pemerintah seluruh dunia seharusnya sekarang bertindak mendukung wilayah-wilayah yang dilindungi dan masyarakat-masyarakat lokal di sekitarnya untuk kepentingan kita bersama," sambungnya.
Di antara keuntungan-keuntungan tersebut adalah wilayah-wilayah yang dilindungi dapat mengurangi kemiskinan, menyediakan habitat utama satwa liar, menghasilkan lapangan pekerjaan, melawan perubahan iklim, dan melindungi dari pandemi di masa depan. Wilayah-wilayah tersebut juga penting untuk mengakhiri kepunahan massal tumbuhan, binatang, dan mikro organisme yang menjaga udara kita bersih, air kita jernih, dan persediaan pangan kita banyak.
Pernyataan mereka didasarkan pada temuan-temuan sebuah laporan baru, yang diluncurkan juga pada 17 Juni oleh Campaign for Nature, yakni "A Key Sector Forgotten in the Stimulus Debate: the Nature-Based Economy". Laporan tersebut memaparkan alasan-alasan mengapa para pemerintah harus mengalokasikan dukungan stimulus pada wilayah-wilayah yang dilindungi, dan komunitas-komunitas masyarakat yang menjaga dan bergantung pada wilayah-wilayah itu.
"Di seluruh dunia, terutama Afrika, masyarakat-masyarakat lokal di sekitar wilayah yang dilindungi sedang menderita dan membutuhkan bantuan. Berbagai lapangan pekerjaan telah hilang, dan penghasilan-penghasilan yang sebelumnya digunakan untuk mendukung berbagai layanan seperti layanan kesehatan dan pendidikan menjadi semakin surut," kata mantan Presiden Sierra Leone, Ernest Bai Koroma, yang juga anggota Campaign for Nature's Global Steering Committee.
"Sudah jelas bahwa bumi sedang sakit dan kita semua merasakan sakitnya. Pemerintah-pemerintah seluruh dunia seharusnya sekarang bertindak mendukung wilayah-wilayah yang dilindungi dan masyarakat-masyarakat lokal di sekitarnya untuk kepentingan kita bersama," sambungnya.
Lihat Juga :