Ekspor Kapal Perang ke Filipina, PAL Indonesia Memenangi Pasar ASEAN
Jum'at, 24 Juni 2022 - 19:11 WIB
Willgo mengklaim kepercayaan yang diperoleh pihaknya lantaran adanya kepuasan pemerintah Filipina dan Angkatan Laut Filipina atas pengoperasian dua unit Landing Dock atau Strategic Sealift Vessel (SSV) yang telah diserahterimakan PAL beberapa tahun lalu.
“Kapasitas dan kapabilitas PAL atas alutsista kini semakin dipercaya hingga pasar global. Hal ini tidak lepas dari peran pemerintah Indonesia yang telah memberi kepercayaan dan dukungannya kepada PAL. Ini merupakan langkah PAL sebagai bagian dari Defend ID untuk meraih top 50 industri pertahanan dunia,” katanya.
Selain itu, PAL Indonesia diakui memiliki keunggulan khususnya pada welding technology. Salah satunya terwujud melalui joint section kapal selam KRI Alugoro-405 yang memperoleh predikat Zero Defect.
Transformasi yang sedang dilakukan oleh PAL dapat meningkatkan daya saing yang lebih unggul. Dalam Industri Maritim 4.0 ini pula, PAL berfokus pada ekspansi cakupan bisnis, memperkuat kapabilitas sistem pendukung.
Kapal ini akan dibangun di Surabaya direncanakan memiliki panjang 123 meter, tinggi 21 meter dengan berat sebesar 7.200 ton serta memiliki cruising endurance selama 30 hari. Willgo menjelaskan pengadaan kapal Landing Dock kali ini mengakomodir penyesuaian kebutuhan DND Filipina dengan perubahan minor pada platform kapal.
Baca Juga: Mengulik Jejak PT PAL Membangun Kapal Selam Sejak 2013
“Kapasitas dan kapabilitas PAL atas alutsista kini semakin dipercaya hingga pasar global. Hal ini tidak lepas dari peran pemerintah Indonesia yang telah memberi kepercayaan dan dukungannya kepada PAL. Ini merupakan langkah PAL sebagai bagian dari Defend ID untuk meraih top 50 industri pertahanan dunia,” katanya.
Selain itu, PAL Indonesia diakui memiliki keunggulan khususnya pada welding technology. Salah satunya terwujud melalui joint section kapal selam KRI Alugoro-405 yang memperoleh predikat Zero Defect.
Transformasi yang sedang dilakukan oleh PAL dapat meningkatkan daya saing yang lebih unggul. Dalam Industri Maritim 4.0 ini pula, PAL berfokus pada ekspansi cakupan bisnis, memperkuat kapabilitas sistem pendukung.
Kapal ini akan dibangun di Surabaya direncanakan memiliki panjang 123 meter, tinggi 21 meter dengan berat sebesar 7.200 ton serta memiliki cruising endurance selama 30 hari. Willgo menjelaskan pengadaan kapal Landing Dock kali ini mengakomodir penyesuaian kebutuhan DND Filipina dengan perubahan minor pada platform kapal.
Baca Juga: Mengulik Jejak PT PAL Membangun Kapal Selam Sejak 2013
Lihat Juga :