Survei Membuktikan: 40% Pengusaha Mamin Sebut Proses Bisnis Manual Menghambat
Kamis, 14 Juli 2022 - 19:09 WIB
Sebanyak 40% pengusaha makanan dan minuman (Mamin) mengeluhkan proses manual yang membuat mereka harus meluangkan waktu khusus untuk menginput data akuntansi. Foto/Dok
JAKARTA - Menjalani operasional bisnis restoran secara manual masih menjadi pilihan bagi sebagian besar pengusaha. Namun, proses yang manual itu sangat menyita waktu, tenaga, bahkan biaya.
Sebanyak 40% pengusaha makanan dan minuman (Mamin) mengeluhkan proses manual yang membuat mereka harus meluangkan waktu khusus untuk menginput data akuntansi .
Temuan itu diungkap melalui survei yang baru saja dirilis Food Market Hub, perusahaan penyedia platform sistem manajemen pengadaan yang membantu bisnis makanan dan minuman mengotomatisasi pengadaan dan inventaris barang mereka. Survei internal ini disebar kepada 34 restoran dan pemasok yang telah minimal dua bulan menggunakan layanan Food Market Hub.
Selain itu 30% lainnya menghadapi tantangan terkait pelacakan inventaris, disusul 30% sisanya memiliki masalah pada pelacakan pesanan. Direktur Utama Roti Ropi, Ahmad Reza, bercerita tak enaknya mengelola operasional dapur secara manual. Di awal bisnisnya, ia hanya mengandalkan WhatsApp untuk mengurus semua hal. Termasuk memesan bahan baku hingga pencatatan alur keuangan.
Sebanyak 40% pengusaha makanan dan minuman (Mamin) mengeluhkan proses manual yang membuat mereka harus meluangkan waktu khusus untuk menginput data akuntansi .
Temuan itu diungkap melalui survei yang baru saja dirilis Food Market Hub, perusahaan penyedia platform sistem manajemen pengadaan yang membantu bisnis makanan dan minuman mengotomatisasi pengadaan dan inventaris barang mereka. Survei internal ini disebar kepada 34 restoran dan pemasok yang telah minimal dua bulan menggunakan layanan Food Market Hub.
Selain itu 30% lainnya menghadapi tantangan terkait pelacakan inventaris, disusul 30% sisanya memiliki masalah pada pelacakan pesanan. Direktur Utama Roti Ropi, Ahmad Reza, bercerita tak enaknya mengelola operasional dapur secara manual. Di awal bisnisnya, ia hanya mengandalkan WhatsApp untuk mengurus semua hal. Termasuk memesan bahan baku hingga pencatatan alur keuangan.
Lihat Juga :