Rombongan BUMN Siap Rights Issue, Erick Thohir: Jangan Dibilang Utang Lagi
Kamis, 18 Agustus 2022 - 14:20 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal atau Rights Issue 5 perusahaan pelat merah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal atau Rights Issue 5 perusahaan pelat merah di Bursa Efek Indonesia (BEI) .
Erick menyebut aksi korporasi 5 BUMN tersebut bertujuan untuk menjaga permodalan. Adapun ke-5 BUMN tersebut diantaranya PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Krakatau Steel (KRAS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Krakatau Steel (KRAS), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
"Jangan dibilang utang lagi, yang namanya aksi korporasi kan macam-macam, apakah menambah modal dari peran pemerintah, penambahan modal dari aksi korporasi pasar, kemitraan strategis, dan lain-lain," ujar Erick Thohir kepada Wartawan di Jakarta, Kamis (18/8/2022).
Baca Juga: Formula Menteri Erick Thohir dalam Memilih Bos BUMN
Dia mengaku tak sembarang memberikan lampu hijau bagi BUMN melakukan rights issue. Erick mengatakan, penambahan modal ditujukan bagi BUMN dengan industri yang memiliki prospek dan potensi baik ke depan.
Erick menyebut aksi korporasi 5 BUMN tersebut bertujuan untuk menjaga permodalan. Adapun ke-5 BUMN tersebut diantaranya PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Krakatau Steel (KRAS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Garuda Indonesia (GIAA), PT Krakatau Steel (KRAS), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
"Jangan dibilang utang lagi, yang namanya aksi korporasi kan macam-macam, apakah menambah modal dari peran pemerintah, penambahan modal dari aksi korporasi pasar, kemitraan strategis, dan lain-lain," ujar Erick Thohir kepada Wartawan di Jakarta, Kamis (18/8/2022).
Baca Juga: Formula Menteri Erick Thohir dalam Memilih Bos BUMN
Dia mengaku tak sembarang memberikan lampu hijau bagi BUMN melakukan rights issue. Erick mengatakan, penambahan modal ditujukan bagi BUMN dengan industri yang memiliki prospek dan potensi baik ke depan.
Lihat Juga :