Lewat Open Banking, Inklusi Keuangan Terus Didorong
Rabu, 24 Agustus 2022 - 15:30 WIB
Berdasarkan laporan, lebih dari 20 juta UMKM yang terhubung dengan QRIS. Bank Indonesia menargetkan sebanyak 45 juta UMKM untuk terhubung dengan QRIS pada 2023. Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat jumlah transaksi BI-FAST telah mencapai 87 juta transaksi dengan nilai Rp 339 triliun.
Sejumlah bank besar dan pemain fintech terkemuka juga telah mengumumkan pengadopsian SNAP untuk turut mendukung ekosistem open banking di Indonesia. Pertumbuhan digitalisasi perbankan di Indonesia perusahaan teknologi open finance Brankas berkomitmen turut mendorong inklusi keuangan khususny UMKM dengan menunjuk Husni Fuad sebagai Country Manager untuk Indonesia.
UMKM yang jumlahnya mencapai 63 juta di Indonesia, merupakan pendorong utama ekonomi dan lapangan kerja di negara ini. Namun, hanya 20% dari mereka memiliki akses ke perbankan dan layanan keuangan digital lainnya seperti pembayaran dan pembiayaan inventaris.
Di tengah kondusifnya ekosistem open banking di Indonesia, Husni bertujuan membawa perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengembangkan budaya kerja yang baik, memperkuat posisinya di industri open banking dan Banking as a services (BaaS) untuk perbankan, dan membangun ekosistem embedded finance yang lebih luas, sehingga perusahaan dapat menjadi pemimpin pasar di area-area tersebut di Indonesia.
Didirikan pada tahun 2016, Brankas saat ini beroperasi di enam negara dan telah bekerja sama dengan lebih dari 30 lembaga keuangan dan pemerintah untuk menyediakan akses ke layanan keuangan modern bagi penduduk yang kurang terlayani di kawasan Asia Tenggara.
Open banking dirancang untuk mendorong persaingan dan inovasi di sektor jasa keuangan, mendorong hadirnya produk digital baru, pengalaman pengguna yang lebih baik, dan pilihan pengguna yang lebih hebat. Open banking memungkinkan bank untuk menghasilkan pendapatan baru dari model bisnis platform dan bermitra dengan startup dan perusahaan teknologi untuk mengakses customer baru, berbagi data, dan berkolaborasi menciptakan produk digital baru.
Sejumlah bank besar dan pemain fintech terkemuka juga telah mengumumkan pengadopsian SNAP untuk turut mendukung ekosistem open banking di Indonesia. Pertumbuhan digitalisasi perbankan di Indonesia perusahaan teknologi open finance Brankas berkomitmen turut mendorong inklusi keuangan khususny UMKM dengan menunjuk Husni Fuad sebagai Country Manager untuk Indonesia.
UMKM yang jumlahnya mencapai 63 juta di Indonesia, merupakan pendorong utama ekonomi dan lapangan kerja di negara ini. Namun, hanya 20% dari mereka memiliki akses ke perbankan dan layanan keuangan digital lainnya seperti pembayaran dan pembiayaan inventaris.
Di tengah kondusifnya ekosistem open banking di Indonesia, Husni bertujuan membawa perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengembangkan budaya kerja yang baik, memperkuat posisinya di industri open banking dan Banking as a services (BaaS) untuk perbankan, dan membangun ekosistem embedded finance yang lebih luas, sehingga perusahaan dapat menjadi pemimpin pasar di area-area tersebut di Indonesia.
Didirikan pada tahun 2016, Brankas saat ini beroperasi di enam negara dan telah bekerja sama dengan lebih dari 30 lembaga keuangan dan pemerintah untuk menyediakan akses ke layanan keuangan modern bagi penduduk yang kurang terlayani di kawasan Asia Tenggara.
Open banking dirancang untuk mendorong persaingan dan inovasi di sektor jasa keuangan, mendorong hadirnya produk digital baru, pengalaman pengguna yang lebih baik, dan pilihan pengguna yang lebih hebat. Open banking memungkinkan bank untuk menghasilkan pendapatan baru dari model bisnis platform dan bermitra dengan startup dan perusahaan teknologi untuk mengakses customer baru, berbagi data, dan berkolaborasi menciptakan produk digital baru.
Lihat Juga :