Padat Karya Diarahkah Serap Tenaga Kerja dan Distribusikan Dana ke Pelosok
Rabu, 14 September 2022 - 08:53 WIB
Program padat karya tunai bisa menyerap tenaga kerja. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga terus mendorong penyaluran program infrastruktur kerakyatan yang dilakukan melalui skema padat karya tunai (PKT/cash for work).
Baca juga: Enam Jalan Tol Baru Siap Diresmikan Jokowi Bulan Ini
Menteri PUPR Basuki mengatakan pada tahun anggaran 2022 dilaksanakan padat karya non-rutin atau kegiatan kontraktual dengan skema padat karya agar dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya ke berbagai daerah di Indonesia.
"Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa atau pelosok,” kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Rabu (14/9/2022).
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian menambahkan, tercatat hingga 13 September 2022, realisasi pekerjaan fisik padat karya non-rutin yang sudah dilaksanakan sebesar 60,71% dengan serapan tenaga kerja 7.003 orang atau sebanyak 272.940 hari orang kerja.
“Program padat karya bidang jalan dan jembatan diarahkan pada lokasi-lokasi yang memiliki protensi mengalami penambahan jumlah pengangguran yang diakibatkan pandemi, misalnya di Pulau Jawa,” kata Hedy Rahadian.
Baca juga: Enam Jalan Tol Baru Siap Diresmikan Jokowi Bulan Ini
Menteri PUPR Basuki mengatakan pada tahun anggaran 2022 dilaksanakan padat karya non-rutin atau kegiatan kontraktual dengan skema padat karya agar dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya ke berbagai daerah di Indonesia.
"Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa atau pelosok,” kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Rabu (14/9/2022).
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian menambahkan, tercatat hingga 13 September 2022, realisasi pekerjaan fisik padat karya non-rutin yang sudah dilaksanakan sebesar 60,71% dengan serapan tenaga kerja 7.003 orang atau sebanyak 272.940 hari orang kerja.
“Program padat karya bidang jalan dan jembatan diarahkan pada lokasi-lokasi yang memiliki protensi mengalami penambahan jumlah pengangguran yang diakibatkan pandemi, misalnya di Pulau Jawa,” kata Hedy Rahadian.
Lihat Juga :