PHR Berdayakan Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau

Rabu, 28 September 2022 - 14:10 WIB
"Tidak hanya sebagai tempat untuk menjajakan produk, bangunan itu juga menjadi pusat kegiatan untuk memproduksi barang-barang kerajinan maupun makanan," ungkapnya di sela perhelatan 26th IPA Convention and Exhibition 2022.

Wan menjelaskan, berbeda dengan sebelum PHR masuk, gedung itu juga kini padat dengan kegiatan anggota UMKM. "Jadi bangunan itu seperti showroom. Kita juga bisa menggelar beragam aktivitas, ada (kegiatan) kuliner, tekstil fashion dan lainnya, lengkap semua," tuturnya.

Produk-produk yang dipasarkan di Sentra Budaya dan Ekraf Melayu Riau pun menurutnya sangat bersaing. Wan Irzawati mencontohkan produk kain tenun yang harganya dibanderol mulai dari Rp500 ribu hingga Rp4,5 juta. Dengan kisaran harga seperti itu, kata dia, peminatnya tetap tidak sedikit. Bahkan perajin tenun per bulannya bisa meraup omzet mencapai Rp200 jutaan.

Wan menceritakan, konsumennya pun tidak sebatas di Riau. Melalui strategi pemasaran yang ciamik, pesanan datang dari seluruh penjuru Indonesia. Dia pun berharap PHR terus konsisten membantu Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Melayu Riau, terutama dari sisi pemasaran.

Baca Juga: 5 Drama Korea yang Dikira Bakal Flop tapi Malah Sukses Besar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!