Pengelolaan SDM Buruk, Ketum ICCN Singgung Banyak Kota Industri tapi Penganggurannya Tinggi

Rabu, 28 September 2022 - 15:32 WIB
Ketua Umum (Ketum) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Fiki Satari pada Rakornas ICCN 2022 di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022). Foto/MPI/Iqbal Dwi Purnama
JAKARTA - Pengangguran masih menjadi masalah yang harus diatasi bersama, apalagi dengan meningkatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas pandemi COVID-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Februari 2022 setidaknya terdapat 208,54 juta orang penduduk usia kerja (PUK). Dari jumlah tersebut, 5,53% atau sebanyak 11,53 juta terdampak pandemi.



Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (0,96 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (0,55 juta orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (0,58 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (9,44 juta orang).

Baca juga: Imbas Pandemi, Tingkat Pengangguran Terbuka Naik Jadi 6,2%

Ketua Umum (Ketum) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Fiki Satari mengatakan, isu pengangguran ini bukan hanya yang terdampak COVID-19. Menurut dia, bahkan di kawasan industri sekalipun, pengangguran dan kemiskinan juga masih terus bermunculan.

"Misalnya di Cilegon punya Krakatau Steel tetapi isu terbesarnya pengangguran, dan tenaga kerja, dan banyak sekali kota industri, kota yang punya perusahaan besar tetapi justru isu kemiskinan, isu ketenagakerjaan menjadi problem," tuturnya pada Rakornas ICCN 2022 di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!