Bisnis Logistik Diprediksi Naik 20%, Kontribusi ke PDB Rp699,1 Triliun
Kamis, 03 November 2022 - 18:58 WIB
Hal tersebut membuat banyak pihak ingin masuk ke sektor ini, sehingga persaingan akan semakin sengit. Sugi melihat bahwa ke depan yang menjadi tantangan di sektor logistik yakni perusahaan harus memiliki inisiatif dan terobosan baru dalam memberikan layanan konsumen.
Salah satu contoh yang mampu bertahan di tengah gempuran persaingan adalah PT Krakatau Jasa Logistik (KJL). Anak usaha PT Krakatau Bandar Samudera ini berkembang agresif sejak tahun 2018.
KJL fokus memberikan layanan logistik terpadu terkait dengan pengiriman secara door to door service. Layanannya mencakup penanganan dokumen ekspor/impor, cargo handling, transportasi darat, laut dan udara serta menangani pengelolaan gudang.
Direktur Utama KJL Puji Winarto menyadari, iklim bisnis logistik sudah berubah sejak pandemi. Menurutnya perbedaan iklim bisnis logistik terletak pada ekosistem aplikasi yang terdigitalisasi. Pasalnya perusahaan jasa pengiriman barang berat perlu diterapkan teknologi sehingga pemantauan pengiriman barang bisa dilihat secara real-time.
“Perusahaan akan tertinggal jika masih menggunakan cara manual,” tuturnya.
Padahal perubahan ini justru akan memberikan peluang baru bagi pemainnya jika mereka mau berubah. Lalu apa strategi KJL menghadapi tantangan tersebut?
Salah satu contoh yang mampu bertahan di tengah gempuran persaingan adalah PT Krakatau Jasa Logistik (KJL). Anak usaha PT Krakatau Bandar Samudera ini berkembang agresif sejak tahun 2018.
KJL fokus memberikan layanan logistik terpadu terkait dengan pengiriman secara door to door service. Layanannya mencakup penanganan dokumen ekspor/impor, cargo handling, transportasi darat, laut dan udara serta menangani pengelolaan gudang.
Direktur Utama KJL Puji Winarto menyadari, iklim bisnis logistik sudah berubah sejak pandemi. Menurutnya perbedaan iklim bisnis logistik terletak pada ekosistem aplikasi yang terdigitalisasi. Pasalnya perusahaan jasa pengiriman barang berat perlu diterapkan teknologi sehingga pemantauan pengiriman barang bisa dilihat secara real-time.
“Perusahaan akan tertinggal jika masih menggunakan cara manual,” tuturnya.
Padahal perubahan ini justru akan memberikan peluang baru bagi pemainnya jika mereka mau berubah. Lalu apa strategi KJL menghadapi tantangan tersebut?
Lihat Juga :