Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Maksimalkan Keterlibatan Perempuan
Selasa, 07 Juli 2020 - 18:49 WIB
“Banyak yang kita pelajari dari Sekolah Lapang, dimulai dari membudidayakan sayur-sayuran dengan menggunakan media tanam campuran tanah, pupuk kandang (kotoran Kambing) , sekam dan kulit buah coklat yang sudah lapuk atau terurai dalam tanah,” ungkap Rosdiati.
Sebagai fasilitator di Desa Latowu, Adriana Buangin mengungkapkan, bahwa ibu-ibu di Desa Latowu sangat senang dan berterima kasih dengan adanya program READSI yang dapat memberikan edukasi pemanfaatan lahan pekarangan.
“Kurang lebih enam bulan membudidayakan sayur-sayuran pada lahan pekarangan, ibu-ibu ini telah menikmati hasil sayur-sayuran yang segar setiap hari bersama keluarganya. Dan selama bulan Ramadhan dia tidak kesulitan untuk memasak sayur karena sudah tersedia di lahan pekarangannya seperti Kangkung, Kacang Panjang Tomat, Lombok, Timun dan beberapa jenis sayur lainnya,” jelas Adriana.
Sebagai fasilitator di Desa Latowu, Adriana Buangin mengungkapkan, bahwa ibu-ibu di Desa Latowu sangat senang dan berterima kasih dengan adanya program READSI yang dapat memberikan edukasi pemanfaatan lahan pekarangan.
“Kurang lebih enam bulan membudidayakan sayur-sayuran pada lahan pekarangan, ibu-ibu ini telah menikmati hasil sayur-sayuran yang segar setiap hari bersama keluarganya. Dan selama bulan Ramadhan dia tidak kesulitan untuk memasak sayur karena sudah tersedia di lahan pekarangannya seperti Kangkung, Kacang Panjang Tomat, Lombok, Timun dan beberapa jenis sayur lainnya,” jelas Adriana.
(akr)
Lihat Juga :