Badan Pangan Ungkap Kelompok-kelompok yang Mengusai Stok Beras Nasional
Senin, 21 November 2022 - 17:29 WIB
Bulog hanya mengusai 651 ribu ton dari cadangan beras nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap stok beras nasional yang saat ini sebanyak 6,7 juta ton dikuasai oleh lini rumah tangga. Kelompok ini menguasai stok sekitar 3,3 juta ton atau 50,5% dari keseluruhan stok nasional.
Baca juga: Sebut Stok Beras Saat Ini 6,7 Juta Ton, Kepala Bapanas: Aman sampai Akhir Tahun
Kelompok lain yang menguasai stok beras adalah pelaku penggilingan yang menyimpan stok sekitar 1,4 juta ton atau 22,1%. Selanjutnya kelompok pedagang sekitar 800 ribu ton atau 11,9%.
"Bulog 651 ribu ton atau 9,9%, Horeka (hotel, restoran, kafe) sekitar 333 ribu ton atau 5%, dan Pasar Induk Beras Cipinang sekitar 37 ribu ton atau 0,6%," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Senin (21/11/2022).
Arief menambahkan, dengan stok nasional 6,7 jt ton dan rata-rata kebutuhan nasional per bulan sebesar 2,5 juta ton, maka sampai akhir tahun stok masih aman. Ditambah proyeksi panen November-Desember sebesar 3 juta ton, diperkirakan akhir tahun tersedia stok beras nasional sekitar 4,7 juta ton.
"Jumlah tersebut akan masuk sebagai stok di tahun 2023," jelas Arief.
Baca juga: Sebut Stok Beras Saat Ini 6,7 Juta Ton, Kepala Bapanas: Aman sampai Akhir Tahun
Kelompok lain yang menguasai stok beras adalah pelaku penggilingan yang menyimpan stok sekitar 1,4 juta ton atau 22,1%. Selanjutnya kelompok pedagang sekitar 800 ribu ton atau 11,9%.
"Bulog 651 ribu ton atau 9,9%, Horeka (hotel, restoran, kafe) sekitar 333 ribu ton atau 5%, dan Pasar Induk Beras Cipinang sekitar 37 ribu ton atau 0,6%," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Senin (21/11/2022).
Arief menambahkan, dengan stok nasional 6,7 jt ton dan rata-rata kebutuhan nasional per bulan sebesar 2,5 juta ton, maka sampai akhir tahun stok masih aman. Ditambah proyeksi panen November-Desember sebesar 3 juta ton, diperkirakan akhir tahun tersedia stok beras nasional sekitar 4,7 juta ton.
"Jumlah tersebut akan masuk sebagai stok di tahun 2023," jelas Arief.
Lihat Juga :