Aktif Berdayakan Masyarakat dan Lingkungan, Pupuk Kaltim Borong Penghargaan ISDA 2022

Senin, 28 November 2022 - 14:11 WIB
Seperti program penyiapan tenaga kerja, digagas Pupuk Kaltim untuk peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan vokasi, guna mencetak SDM unggul dan siap kerja di berbagai bidang. Hal ini diwujudkan melalui dukungan terhadap program pendidikan, pelatihan dan kompetensi hingga pemagangan yang dilaksanakan oleh LPK SUVI Training.

Kemudian untuk pembuatan media konservasi terumbu, Pupuk Kaltim memberdayakan nelayan eks destructive fishing yang ada di sekitar perusahaan untuk bersama menjaga kelangsungan sumberdaya hayati bawah laut. Pemberdayaan pembuatan media konservasi terumbu bagian dari pembinaan yang dilakukan Pupuk Kaltim, sekaligus mendorong kesadaran nelayan untuk senantiasa menangkap ikan dengan ramah lingkungan.

"Program ini telah dikembangkan dengan membentuk kelompok binaan baru dari kawasan pesisir lainnya di Kota Bontang, sehingga tanggung jawab dalam menjaga ekosistem perairan bisa terus ditingkatkan melalui konservasi. Di samping menumbuhkan kesadaran bersama di masyarakat untuk tidak merusak laut melalui penangkapan ikan dengan ramah lingkungan," terang Meizar.

Pada program konservasi dan diversifikasi mangrove, selain melakukan penanaman minimal 50.000 bibit per tahun, Pupuk Kaltim juga meningkatkan aspek pemberdayaan bagi pengelola program yang tergabung dalam kelompok Telok Bangko Kelurahan Loktuan Bontang Utara. Seluruh anggota dibekali pengetahuan dan keterampilan tambahan, hingga mampu menciptakan produk turunan berbahan dasar mangrove seperti sirup, dodol hingga makanan ringan amplang khas Bontang.

Pupuk Kaltim juga memberikan dukungan rumah produksi bagi kelompok tersebut, sehingga usaha yang dijalankan dalam memproduksi produk dapat berjalan lebih optimal dan makin berdampak terhadap kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

Lalu untuk konservasi tanaman endemik, Pupuk Kaltim melakukan reintroduksi 1.000 bibit anggrek hitam ke Taman Nasional Kutai (TNK) sejak 2019, yang dikembangkan melalui metode kultur jaringan. Hal ini mengingat seluruh populasi tanaman tersebut dinyatakan habis, akibat kebakaran yang melanda TNK di tahun 2015. Sehingga melalui reintroduksi, keberadaan anggrek hitam dapat kembali dikembangkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!