J Trust Bank Optimistis Penuhi Modal Minimum Rp3 Triliun
Jum'at, 02 Desember 2022 - 16:12 WIB
Direksi J Trust Bank saat melakukan paparan publik. Foto/Ist
JAKARTA - PT Bank JTrust Indonesia Tbk ( J Trust Bank /perseroan) menggelar paparan publik yang dihadiri oleh Direktur Utama Ritsuo Fukadai beserta jajaran Direktur Perseroan Helmi A. Hidayat dan Widjaja Hendra. Pada kesempatan tersebut, perseroan menyatakan bahwa performa keuangan dalam kondisi sangat baik didukung pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang optimal.
Baca juga: Raih Penghargaan IDXChannel CSR Award 2022, J Trust Bank: Kami Bertekad Jadi Bagian dari Solusi
Per September 2022, perseroan meraih laba bersih sebesar Rp85,06 miliar dibandingkan rugi bersih Rp337,94 miliar pada September 2021. Pertumbuhan kredit meningkat cukup tinggi sebesar 75,79% year-to-date (YTD) menjadi Rp17,61 triliun dan Rp5,98 triliun atau sebesar 34% terdistribusi pada pembiayaan hijau atau bisnis keberlanjutan.
Dana pihak ketiga tumbuh positif sebesar 47,80% YTD menjadi Rp23,57 triliun pada posisi bulan September 2022 dibandingkan Desember 2021. Perseroan juga memiliki rasio kecukupan likuditas sebesar 144,16% serta rasio pendanaan stabil bersih sebesar 127,56% di posisi akhir triwulan tiga, September 2022.
Didukung penuh oleh J Trust Co., Ltd, perseroan optimistis dapat melakukan penambahan setoran modal untuk memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun pada pertengahan bulan Desember 2022. Setelah penambahan setoran modal tersebut, J Trust Bank akan mengajukan persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan agar diperhitungkan sebagai bagian dari komponen modal inti utama pada laporan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum bulan Desember 2022.
Sebelumnya, J Trust Co., Ltd. telah melakukan penambahan setoran modal sebagai bagian dari komponen modal inti sehingga modal inti perseroan tercatat sebesar Rp2,21 triliun pada 31 Desember 2021. Sedangkan pada tahun 2022, J Trust Co., Ltd telah melakukan penambahan setoran modal pada bulan Juli 2022 sebesar Rp501,86 miliar dan bulan September 2022 sebesar Rp117, 31 miliar. Sehingga per September 2022 modal inti perseroan semakin kuat berada pada posisi Rp2,76 triliun dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank menjadi 14,24%.
Baca juga: Raih Penghargaan IDXChannel CSR Award 2022, J Trust Bank: Kami Bertekad Jadi Bagian dari Solusi
Per September 2022, perseroan meraih laba bersih sebesar Rp85,06 miliar dibandingkan rugi bersih Rp337,94 miliar pada September 2021. Pertumbuhan kredit meningkat cukup tinggi sebesar 75,79% year-to-date (YTD) menjadi Rp17,61 triliun dan Rp5,98 triliun atau sebesar 34% terdistribusi pada pembiayaan hijau atau bisnis keberlanjutan.
Dana pihak ketiga tumbuh positif sebesar 47,80% YTD menjadi Rp23,57 triliun pada posisi bulan September 2022 dibandingkan Desember 2021. Perseroan juga memiliki rasio kecukupan likuditas sebesar 144,16% serta rasio pendanaan stabil bersih sebesar 127,56% di posisi akhir triwulan tiga, September 2022.
Didukung penuh oleh J Trust Co., Ltd, perseroan optimistis dapat melakukan penambahan setoran modal untuk memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun pada pertengahan bulan Desember 2022. Setelah penambahan setoran modal tersebut, J Trust Bank akan mengajukan persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan agar diperhitungkan sebagai bagian dari komponen modal inti utama pada laporan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum bulan Desember 2022.
Sebelumnya, J Trust Co., Ltd. telah melakukan penambahan setoran modal sebagai bagian dari komponen modal inti sehingga modal inti perseroan tercatat sebesar Rp2,21 triliun pada 31 Desember 2021. Sedangkan pada tahun 2022, J Trust Co., Ltd telah melakukan penambahan setoran modal pada bulan Juli 2022 sebesar Rp501,86 miliar dan bulan September 2022 sebesar Rp117, 31 miliar. Sehingga per September 2022 modal inti perseroan semakin kuat berada pada posisi Rp2,76 triliun dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank menjadi 14,24%.
Lihat Juga :