Saham Amazon dan Apple Anjlok, Wall Street Ditutup Melemah
Sabtu, 03 Desember 2022 - 09:10 WIB
Dua dari tiga indeks utama Wall Street ditutup di zona merah pada akhir pekan ini. FOTO/Reuters
JAKARTA - Dua dari tiga indeks utama Wall Street ditutup di zona merah pada akhir pekan ini. Mengutip data perdagangan Sabtu (3/12), Dow Jones Industrial Average naik 0,10% menjadi 34.429,88, S&P 500 merosot 0,12% di 4.071,70, sedangkan Nasdaq Composite tergelincir 0,18% di 11.461,50.
Sejumlah perusahaan teknologi seperti Apple Inc (NASDAQ:AAPL), turun 0,34%, demikian juga Amazon (NASDAQ:AMZN), keok 1,43%, tertekan oleh kekhawatiran atas kenaikan suku bunga. Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah indeks S&P 500 antara lain Tesla, Amazon.com, dan Apple.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Terkoreksi Imbas Data Pekerjaan Terbaru AS
Tiga top gainers indeks ditempati oleh Enphase menguat 7,01%, SolarEdge Technologies naik 4,40%, dan Huntington Ingalls Industries menanjak 4,24%, sedangkan top losers diduduki oleh Paypal Holdings turun 4,93%, Valero Energy merosot 3,76%, dan Arista Networks tertekan 3,39%. Fundamental wall street pekan ini mendapat pengaruh dari sejumlah rilis data makroekonomi. Satu diantaranya adalah laporan tenaga kerja yang mengalami peningkatan. Data nonfarm payrolls mencatat ada kenaikan 263.000 pekerjaan, di atas ekspektasi pasar sebanyak 200.000.
Sejumlah perusahaan teknologi seperti Apple Inc (NASDAQ:AAPL), turun 0,34%, demikian juga Amazon (NASDAQ:AMZN), keok 1,43%, tertekan oleh kekhawatiran atas kenaikan suku bunga. Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah indeks S&P 500 antara lain Tesla, Amazon.com, dan Apple.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Terkoreksi Imbas Data Pekerjaan Terbaru AS
Tiga top gainers indeks ditempati oleh Enphase menguat 7,01%, SolarEdge Technologies naik 4,40%, dan Huntington Ingalls Industries menanjak 4,24%, sedangkan top losers diduduki oleh Paypal Holdings turun 4,93%, Valero Energy merosot 3,76%, dan Arista Networks tertekan 3,39%. Fundamental wall street pekan ini mendapat pengaruh dari sejumlah rilis data makroekonomi. Satu diantaranya adalah laporan tenaga kerja yang mengalami peningkatan. Data nonfarm payrolls mencatat ada kenaikan 263.000 pekerjaan, di atas ekspektasi pasar sebanyak 200.000.
Lihat Juga :