Wall Street Dibuka Terkoreksi Imbas Data Pekerjaan Terbaru AS

Jum'at, 02 Desember 2022 - 22:50 WIB
loading...
Wall Street Dibuka Terkoreksi Imbas Data Pekerjaan Terbaru AS
Wall Street dibuka terkoreksi hari ini (2/12/2022). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Tiga indeks Wall Street dibuka melemah pada akhir pekan Jumat (2/12/2022), menyusul sentimen laporan data pekerjaan terbaru yang menunjukkan kenaikan. Dow Jones Industrial Average turun 0,90% menjadi 34.086,19, S&P 500 merosot 1,08% di 4.032,66, sedangkan Nasdaq Composite keok 1,34% di level 11.328,72.

Baca juga: Wall Street Ditutup Beragam, Dow Turun 0,56% Tertekan Aksi Jual

Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah indeks S&P 500 antara lain Amazon.com, Tesla, dan AMD. Tiga top gainers ditempati oleh CF Industries menguat 1,77%, Mosaic naik 1,59%, dan Cardinal Health menanjak 1,89%. Sedangkan top losers diduduki oleh Transdigm turun 3,47%, Caesars merosot 3,18%, dan Arista Networks tertekan 3,05%.

Departemen Tenaga Kerja AS baru saja mengumumkan ada kenaikan tenaga kerja AS untuk semua sektor kecuali pertanian (nonfarm payrolls) pada November 2022 sebanyak 263.000. Angka ini melebihi ekspektasi pasar sejumlah 200.000, meskipun masih rendah dari bulan lalu sebanyak 284.000.

Sementara itu, tingkat pengangguran di Amerika Serikat tampak masih tidak berubah sejak bulan lalu. Tercatat, angka pengangguran di AS mencapai 3,7% untuk bulan November.

Analis menilai kondisi pasar tenaga kerja di AS masih cukup panas di tengah rencana The Fed memangkas laju suku bunga pada pertemuan bulan ini.

"Pasar tenaga kerja yang lebih panas menandakan The Fed berpotensi dapat kembali memperketat kebijakan mereka, atau (suku bunga) masih tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama," kata Analis Glendmede, Jason Pride, dilansir Reuters, Jumat (2/12/2022).

Sebelumnya, Wall Street ditutup beragam pada Kamis menyusul reli tajam sehari sebelumnya, dipicu oleh komentar Gubernur Fed Jerome Powell. Pertemuan The Fed untuk menetapkan kebijakan suku bunga diperkirakan akan berlangsung pada 13-14 Desember mendatang.

Baca juga: Antisipasi Ricuh Pemilu 2024, KPU Siapkan Ribuan Pamdal Mirip Pasukan Anti Huru-hara

Indikator Fedwatch memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 50 basis poin sebesar 87%. Angka itu lebih rendah dari kemarin Kamis (1/12/2022) sebesar 91% sebelum data pekerjaan dipublikasikan.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1760 seconds (10.55#12.26)