Naiknya Harga Rokok hingga Telur Ayam Diramal Sumbang Inflasi Juli 2020
Jum'at, 10 Juli 2020 - 17:45 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto/Dok/Bank Indonesia
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada pekan pertama bulan Juli 2020 diperkirakan sebesar 0,04% (month the month/mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2020 secara tahun kalender sebesar 1,13% (year to date/ytd) dan secara tahunan sebesar 1,69% (yoy).
"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2020 secara tahun kalender sebesar 1,13% ytd, dan secara tahunan sebesar 1,69% yoy," ujar Gubernur BI Perry Warjiyodi di Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Baca Juga: Bos BI Optimis Inflasi Sampai Akhir 2020 Bisa Terkendali
Dia mnejelaskan perhitungan tersebut berdasarkan survei pemantauan harga pada Minggu II Juli 2020, inflasi Juli 2020 diperkirakan sebesar 0,04% mtm. Pihaknya merinci penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar 0,05% mtm, daging ayam ras sebesar 0,03% mtm, emas perhiasan sebesar 0,03% mtm, dan rokok kretek filter sebesar 0,01% mtm.
"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2020 secara tahun kalender sebesar 1,13% ytd, dan secara tahunan sebesar 1,69% yoy," ujar Gubernur BI Perry Warjiyodi di Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Baca Juga: Bos BI Optimis Inflasi Sampai Akhir 2020 Bisa Terkendali
Dia mnejelaskan perhitungan tersebut berdasarkan survei pemantauan harga pada Minggu II Juli 2020, inflasi Juli 2020 diperkirakan sebesar 0,04% mtm. Pihaknya merinci penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar 0,05% mtm, daging ayam ras sebesar 0,03% mtm, emas perhiasan sebesar 0,03% mtm, dan rokok kretek filter sebesar 0,01% mtm.
Lihat Juga :