Digitalisasi Warung Mitra Bukalapak Punya Potensi Positif Jangka Panjang
Rabu, 11 Januari 2023 - 11:30 WIB
Aviliani menuturkan, platform ecommerce, memang harus membantu UMKM termasuk warung-warung kelontong di daerah yang belum banyak tersentuh digitalisasi. Hasilnya, platform O2O menjadi bukti bahwa UMKM bisa diajak bersinergi dan tidak tersingkirkan meski ada disrupsi digital.
"Warung-warung di daerah, tentu sangat bagus jika diberdayakan oleh platform ecommerce, secara offline. Misal mereka bisa bantu dari sisi rantai pemasok produk, kan warung sifatnya dagang di end user. Makanya platform seperti Bukalapak juga bisa berperan pada aspek business to business," jelas Aviliani.
Modelnya, platform ecommerce kerjasama dengan supplier, kemudian bekerjasama dengan pedagang. Apalagi, saat ini persaingan ecommerce di end user langsung begitu ketat, sehingga perlu langkah strategi baru untuk bersaing. Karena itu, langkah Bukalapak untuk serius membangun ekosistem O20 dinilai sudah tepat. "Kalau ecommerce-nya tidak punya ekosistem hampir pasti tidak akan sukses, apalagi jika jualannya cuma di end user saja," ucap Aviliani.
Di sisi lain, Aviliani juga menilai bahwa daerah punya potensi ekonomi besar, baik di area Jawa maupun luar Jawa. Dengan platform seperti Mitra Bukalapak lebih banyak di daerah, juga diharapkan bisa membantu UKM di daerah mendapatkan suply produk barang lebih murah.
Misal platform B2B Bukalapak kerja sama buka dengan Unilever, nanti diteruskan di daerah melalui warung-warung kelontong. Dengan bergabung menjadi Mitra Bukalapak, para pelaku usaha ini memiliki akses ke berbagai fitur yang terdapat di aplikasi Mitra Bukalapak, di antaranya fitur grosir yang mengatur pembelian barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk diantar langsung ke warung, sehingga para pemilik warung tidak perlu menutup warung dan beresiko kehilangan penjualan untuk hari itu, hanya untuk berbelanja stok dagangan mereka ke supplier.
Para Mitra Bukalapak juga dapat menyediakan dan menjual berbagai barang serta jasa virtual seperti pengiriman uang, penjualan pulsa, pembayaran tagihan BPJS dan listrik serta air, pembayaran Virtual Account, hingga pengiriman barang, hanya dengan menggunakan fitur-fitur di aplikasi Mitra Bukalapak.
Berdasarkan riset, pemilik warung dan usaha kecil lainnya mengalami rata-rata kenaikan pendapatan hingga tiga kali sejak memanfaatkan Mitra Bukalapak untuk menjalankan usahanya. Dengan pencapaian dan posisi kuat Mitra Bukalapak sebagai pemimpin pasar O2O di Indonesia, pengaruh yang dibawa ke masyarakat begitu kuat karena lebih dari 15 juta penggunanya kini diberi kesempatan untuk menghadirkan akses keuangan dan grosir untuk masyarakat di sekitarnya.
"Warung-warung di daerah, tentu sangat bagus jika diberdayakan oleh platform ecommerce, secara offline. Misal mereka bisa bantu dari sisi rantai pemasok produk, kan warung sifatnya dagang di end user. Makanya platform seperti Bukalapak juga bisa berperan pada aspek business to business," jelas Aviliani.
Modelnya, platform ecommerce kerjasama dengan supplier, kemudian bekerjasama dengan pedagang. Apalagi, saat ini persaingan ecommerce di end user langsung begitu ketat, sehingga perlu langkah strategi baru untuk bersaing. Karena itu, langkah Bukalapak untuk serius membangun ekosistem O20 dinilai sudah tepat. "Kalau ecommerce-nya tidak punya ekosistem hampir pasti tidak akan sukses, apalagi jika jualannya cuma di end user saja," ucap Aviliani.
Di sisi lain, Aviliani juga menilai bahwa daerah punya potensi ekonomi besar, baik di area Jawa maupun luar Jawa. Dengan platform seperti Mitra Bukalapak lebih banyak di daerah, juga diharapkan bisa membantu UKM di daerah mendapatkan suply produk barang lebih murah.
Misal platform B2B Bukalapak kerja sama buka dengan Unilever, nanti diteruskan di daerah melalui warung-warung kelontong. Dengan bergabung menjadi Mitra Bukalapak, para pelaku usaha ini memiliki akses ke berbagai fitur yang terdapat di aplikasi Mitra Bukalapak, di antaranya fitur grosir yang mengatur pembelian barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk diantar langsung ke warung, sehingga para pemilik warung tidak perlu menutup warung dan beresiko kehilangan penjualan untuk hari itu, hanya untuk berbelanja stok dagangan mereka ke supplier.
Para Mitra Bukalapak juga dapat menyediakan dan menjual berbagai barang serta jasa virtual seperti pengiriman uang, penjualan pulsa, pembayaran tagihan BPJS dan listrik serta air, pembayaran Virtual Account, hingga pengiriman barang, hanya dengan menggunakan fitur-fitur di aplikasi Mitra Bukalapak.
Berdasarkan riset, pemilik warung dan usaha kecil lainnya mengalami rata-rata kenaikan pendapatan hingga tiga kali sejak memanfaatkan Mitra Bukalapak untuk menjalankan usahanya. Dengan pencapaian dan posisi kuat Mitra Bukalapak sebagai pemimpin pasar O2O di Indonesia, pengaruh yang dibawa ke masyarakat begitu kuat karena lebih dari 15 juta penggunanya kini diberi kesempatan untuk menghadirkan akses keuangan dan grosir untuk masyarakat di sekitarnya.
Lihat Juga :