Simak Obrolan MNC Asset & Jalan Investasi: Dompet Bagus Isi Kosong, Ikut Reksa Dana Dong!
Kamis, 12 Januari 2023 - 12:29 WIB
MNC Asset Management terus mencanangkan kesadaran berinvestasi. Foto/Ist
JAKARTA - Gaya hidup konsumtif dan brand minded sepertinya semakin menjamur di era modern masa kini. Meningkatnya percaya diri karena merasa (lebih) dihargai dan diterima di masyarakat apabila memakai barang-barang bermerek adalah hal yang dianggap keharusan untuk bisa bersosialisasi dalam rangka memperluas networking. Barang-barang yang terlihat seakan mengangkat derajat hidup tersebut tentunya memiliki harga yang sangat mahal, yang bahkan melebihi dari jumlah penghasilan bulanan seseorang.
Baca juga:Genjot Literasi Pasar Modal di Lingkungan Kampus, UNMA Gelar Sekolah Pasar Modal
Namun demikian, tidak akan menghentikan langkahnya untuk melakukan berbagai cara, termasuk berutang, supaya dapat membeli barang-barang tersebut, tanpa berpikir panjang lagi, apakah barang-barang bermerek tersebut memang benar-benar dibutuhkan, dan bagaimana cara membayarnya di kemudian hari. Seakan gaya hidup dan barang-barang bermerek adalah lebih penting walaupun harus menahan lapar dan menahan selera, bahkan mengesampingkan kebutuhkan penting yang wajib dipenuhi hanya untuk dapat terlihat “kaya dan keren”.
Fenomena miris ini juga didukung dengan kemajuan teknologi menjadikan masyarakat semakin dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Gaya hidup artis dan selebritis yang cenderung hedonis dapat setiap saat diakses karena perkembangan digital melalui media sosial dijadikan acuan tentang konsep kesuksesan.
Baca juga:Genjot Literasi Pasar Modal di Lingkungan Kampus, UNMA Gelar Sekolah Pasar Modal
Namun demikian, tidak akan menghentikan langkahnya untuk melakukan berbagai cara, termasuk berutang, supaya dapat membeli barang-barang tersebut, tanpa berpikir panjang lagi, apakah barang-barang bermerek tersebut memang benar-benar dibutuhkan, dan bagaimana cara membayarnya di kemudian hari. Seakan gaya hidup dan barang-barang bermerek adalah lebih penting walaupun harus menahan lapar dan menahan selera, bahkan mengesampingkan kebutuhkan penting yang wajib dipenuhi hanya untuk dapat terlihat “kaya dan keren”.
Fenomena miris ini juga didukung dengan kemajuan teknologi menjadikan masyarakat semakin dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Gaya hidup artis dan selebritis yang cenderung hedonis dapat setiap saat diakses karena perkembangan digital melalui media sosial dijadikan acuan tentang konsep kesuksesan.
Lihat Juga :