Dari Ancaman Resesi hingga Polycrisis, WEF Ingatkan Berbagai Risiko Global di 2023
Sabtu, 21 Januari 2023 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Secara bersamaan, kepemimpinan yang didorong oleh krisis dan risiko perseteruan geopolitik menciptakan keresahan sosial pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan investasi pada perkembangan kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang menghilang, semakin mengikis ikatan sosial yang ada.
Pada akhirnya, meningkatnya risiko perseteruan tidak hanya menumbuhkan persenjataan geoekonomi tetapi juga remiliterisasi, terutama melalui teknologi baru dan para pelaku kejahatan.
Beberapa tahun mendatang, sejumlah pemerintahan akan menghadapi tantangan sulit dalam menentukan prioritas yang harus ditempuh di antara faktor masyarakat, lingkungan dan keamanan di negaranya.
Risiko geoekonomi jangka pendek telah menguji komitmen net-zero dan menunjukkan kesenjangan antara kebijakan apa yang diperlukan secara ilmiah dan yang cocok secara politis.
Tindakan kolektif atas krisis iklim yang dipercepat sangat diperlukan untuk membatasi konsekuensi yang disebabkan oleh dunia yang semakin memanas.
Sementara itu, pertimbangan keamanan dunia serta meningkatnya pengeluaran untuk militer, dapat menyebabkan kurangnya kapasitas fiskal untuk mengurangi dampak dari krisis biaya hidup yang berkepanjangan.
Tanpa adanya perubahan, negara-negara yang rentan dapat mengalami krisis terus menerus di mana mereka tidak mampu berinvestasi pada pertumbuhan masa depan, perkembangan sumber daya manusia dan teknologi ramah lingkungan.
Laporan Risiko Global mendorong para pemimpin untuk bertindak secara kolektif dan tegas, serta menyetarakan pandangan jangka pendek dan jangka panjang.
Selain aksi iklim yang mendesak dan terkoordinasi, laporan ini juga memberikan rekomendasi upaya bersama antar negara, serta kerja sama organisasi publik dan swasta untuk memperkuat stabilitas finansial, tata kelola teknologi, perkembangan ekonomi dan investasi pada penelitian, sains, pendidikan dan kesehatan.
Managing Director WEF Saadia Zahidi mengatakan, lanskap risiko jangka pendek didominasi oleh energi, pangan, utang dan bencana. Kelompok yang masuk dalam kategori rentan semakin menderita - dan karena krisis yang bertubi-tubi, kelompok yang tergolong rentan secara cepat meluas di negara kaya maupun miskin.
“Iklim dan perkembangan sumber daya manusia wajib menjadi perhatian utama para pemimpin dunia, bahkan saat mereka tengah memerangi krisis yang sedang terjadi. Kerja sama merupakan satu-satunya cara untuk melangkah maju," ujarnya melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (21/1/2023).
Pada akhirnya, meningkatnya risiko perseteruan tidak hanya menumbuhkan persenjataan geoekonomi tetapi juga remiliterisasi, terutama melalui teknologi baru dan para pelaku kejahatan.
Beberapa tahun mendatang, sejumlah pemerintahan akan menghadapi tantangan sulit dalam menentukan prioritas yang harus ditempuh di antara faktor masyarakat, lingkungan dan keamanan di negaranya.
Risiko geoekonomi jangka pendek telah menguji komitmen net-zero dan menunjukkan kesenjangan antara kebijakan apa yang diperlukan secara ilmiah dan yang cocok secara politis.
Tindakan kolektif atas krisis iklim yang dipercepat sangat diperlukan untuk membatasi konsekuensi yang disebabkan oleh dunia yang semakin memanas.
Sementara itu, pertimbangan keamanan dunia serta meningkatnya pengeluaran untuk militer, dapat menyebabkan kurangnya kapasitas fiskal untuk mengurangi dampak dari krisis biaya hidup yang berkepanjangan.
Tanpa adanya perubahan, negara-negara yang rentan dapat mengalami krisis terus menerus di mana mereka tidak mampu berinvestasi pada pertumbuhan masa depan, perkembangan sumber daya manusia dan teknologi ramah lingkungan.
Laporan Risiko Global mendorong para pemimpin untuk bertindak secara kolektif dan tegas, serta menyetarakan pandangan jangka pendek dan jangka panjang.
Selain aksi iklim yang mendesak dan terkoordinasi, laporan ini juga memberikan rekomendasi upaya bersama antar negara, serta kerja sama organisasi publik dan swasta untuk memperkuat stabilitas finansial, tata kelola teknologi, perkembangan ekonomi dan investasi pada penelitian, sains, pendidikan dan kesehatan.
Managing Director WEF Saadia Zahidi mengatakan, lanskap risiko jangka pendek didominasi oleh energi, pangan, utang dan bencana. Kelompok yang masuk dalam kategori rentan semakin menderita - dan karena krisis yang bertubi-tubi, kelompok yang tergolong rentan secara cepat meluas di negara kaya maupun miskin.
“Iklim dan perkembangan sumber daya manusia wajib menjadi perhatian utama para pemimpin dunia, bahkan saat mereka tengah memerangi krisis yang sedang terjadi. Kerja sama merupakan satu-satunya cara untuk melangkah maju," ujarnya melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (21/1/2023).
Lihat Juga :