Dari Ancaman Resesi hingga Polycrisis, WEF Ingatkan Berbagai Risiko Global di 2023
Sabtu, 21 Januari 2023 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Di Ajang WEF 2023, Bahlil: Indonesia Garda Terdepan Dorong Energi dan Industri Hijau
Head of Sustainability Risk Zurich Insurance Group, John Scott menambahkan, keterkaitan antara dampak perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, keamanan pangan dan konsumsi sumber daya alam, merupakan kombinasi yang berbahaya.
Tanpa adanya perubahan kebijakan atau investasi yang signifikan, kombinasi tersebut dapat mempercepat runtuhnya ekosistem, mengancam pasokan pangan, meningkatkan dampak bencana alam dan menghambat kemajuan dalam mitigasi perubahan iklim.
“Apabila kita bertindak cepat, masih ada kesempatan di akhir dekade untuk mencapai 1,5ᵒC dan mengatasi kondisi darurat alam. Semakin berkembangnya teknologi pada energi terbarukan dan kendaraan listrik memberikan kita alasan yang kuat untuk tetap optimistis," tukasnya.
Risk Management Leader, Continental Europe, Marsh, Carolina Klint mengungkapkan, tahun 2023 ditandai dengan meningkatnya risiko terkait pangan, energi, bahan baku, dan keamanan siber, yang menyebabkan gangguan lebih lanjut terhadap rantai pasokan global dan berdampak pada keputusan investasi.
Saat seluruh negara dan berbagai organisasi berupaya meningkatkan ketahanan, hambatan ekonomi akan membatasi kemampuan mereka.
“Menghadapi kondisi geoekonomi tersulit pada generasi ini, perusahaan harus berfokus tidak hanya bernavigasi pada kekhawatiran jangka pendek, tetapi juga mengembangkan strategi yang akan menempatkan mereka pada posisi yang dapat bertahan dalam menghadapi risiko jangka panjang serta perubahan structural," tandasnya.
Baca juga: Indonesia Diyakini Kebal Krisis Global, Ini Beberapa Faktornya
Laporan Risiko Global merupakan pilar dari Inisiatif Risiko Global Forum Ekonomi Dunia yang bertujuan untuk mendorong pemahaman umum yang lebih tinggi mengenai risiko global jangka pendek, menengah dan panjang, guna memungkinkan kesiapsiagaan dan ketahanan terhadap risiko.
Laporan Risiko Global 2023 juga membedah bagaimana berbagai risiko yang ada dan yang berpotensi muncul, dapat berinteraksi satu sama lain untuk menciptakan suatu "polycrisis", yaitu kumpulan risiko global terkait dengan dampak majemuk dan konsekuensi yang tak terprediksi.
Selain itu, laporan tahunan yang dirilis sebelum pertemuan WEF 2023 di Davos, Swiss, pada 16-20 Januari tersebut juga menyinggung ihwa "Persaingan Sumber Daya", potensi kumpulan risiko lingkungan, geopolitik dan sosio-ekonomi yang saling berkaitan dengan pasokan dan permintaan atas sumber daya alam yang mencakup pangan, air dan energi.
Head of Sustainability Risk Zurich Insurance Group, John Scott menambahkan, keterkaitan antara dampak perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, keamanan pangan dan konsumsi sumber daya alam, merupakan kombinasi yang berbahaya.
Tanpa adanya perubahan kebijakan atau investasi yang signifikan, kombinasi tersebut dapat mempercepat runtuhnya ekosistem, mengancam pasokan pangan, meningkatkan dampak bencana alam dan menghambat kemajuan dalam mitigasi perubahan iklim.
“Apabila kita bertindak cepat, masih ada kesempatan di akhir dekade untuk mencapai 1,5ᵒC dan mengatasi kondisi darurat alam. Semakin berkembangnya teknologi pada energi terbarukan dan kendaraan listrik memberikan kita alasan yang kuat untuk tetap optimistis," tukasnya.
Risk Management Leader, Continental Europe, Marsh, Carolina Klint mengungkapkan, tahun 2023 ditandai dengan meningkatnya risiko terkait pangan, energi, bahan baku, dan keamanan siber, yang menyebabkan gangguan lebih lanjut terhadap rantai pasokan global dan berdampak pada keputusan investasi.
Saat seluruh negara dan berbagai organisasi berupaya meningkatkan ketahanan, hambatan ekonomi akan membatasi kemampuan mereka.
“Menghadapi kondisi geoekonomi tersulit pada generasi ini, perusahaan harus berfokus tidak hanya bernavigasi pada kekhawatiran jangka pendek, tetapi juga mengembangkan strategi yang akan menempatkan mereka pada posisi yang dapat bertahan dalam menghadapi risiko jangka panjang serta perubahan structural," tandasnya.
Baca juga: Indonesia Diyakini Kebal Krisis Global, Ini Beberapa Faktornya
Laporan Risiko Global merupakan pilar dari Inisiatif Risiko Global Forum Ekonomi Dunia yang bertujuan untuk mendorong pemahaman umum yang lebih tinggi mengenai risiko global jangka pendek, menengah dan panjang, guna memungkinkan kesiapsiagaan dan ketahanan terhadap risiko.
Laporan Risiko Global 2023 juga membedah bagaimana berbagai risiko yang ada dan yang berpotensi muncul, dapat berinteraksi satu sama lain untuk menciptakan suatu "polycrisis", yaitu kumpulan risiko global terkait dengan dampak majemuk dan konsekuensi yang tak terprediksi.
Selain itu, laporan tahunan yang dirilis sebelum pertemuan WEF 2023 di Davos, Swiss, pada 16-20 Januari tersebut juga menyinggung ihwa "Persaingan Sumber Daya", potensi kumpulan risiko lingkungan, geopolitik dan sosio-ekonomi yang saling berkaitan dengan pasokan dan permintaan atas sumber daya alam yang mencakup pangan, air dan energi.
(ind)
Lihat Juga :