Ajang F1 H2O Toba 2023 Bisa Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Lokal 3,7 Persen
Rabu, 25 Januari 2023 - 20:57 WIB
loading...
A
A
A
“Di samping mengejar angka kunjungan wisata Indonesia, pemerintah juga berusaha mendorong pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism, yakni pengembangan konsep berwisata yang dapat dapat memberikan dampak jangka panjang, baik itu terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan, bagi seluruh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung,“ jelas Septriana.
Sementara itu, Kosmas Harefa, Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenkomarves, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya mendatangkan para wisatawan ke destinasi wisata yang telah ditingkatkan kualitas dan infrastrukturnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan acara internasional seperti F1 H2O, yang merupakan balapan powerboat dengan level tertinggi di dunia. Tujuannya, memanfaatkan peluang pemulihan pariwisata Indonesia pada 2023.
“Kalau selama ini kita hanya berpikir Bali, sekarang kita harus berpikir untuk mendistribusikan sentra-sentra pengembangan pariwisata. Maka pemerintah memusatkan 5 DPSP, salah satunya Danau Toba,” ujar Kosmas.
Kosmas juga menjelaskan tentang awal mula F1 H2O di Danau Toba atas usulan Menko Marves dalam kunjungan Presiden di bulan Februari 2022, yang melihat keunggulan Danau Toba yang mampu memfasilitasi olahraga powerboat. Proses berlanjut ke tahap komunikasi dengan Union Internationale Motonatique (UIM).
“Penyelenggaraan event seperti ini tidak sama karakternya dengan event lain seperti di Mandalika. Di Danau Toba, khususnya Teluk Balige yang menjadi lokasi utama, tidak memungkinkan tempat duduk penonton hingga puluhan ribu. Sehingga, sedang diupayakan lahan masyarakat di sepanjang teluk tersebut yang dielaborasi menjadi lokasi instalasi tribun bagi penonton,” jelas Kosmas.
Di sisi lain, ajang powerboat internasional tersebut memang belum diikuti oleh atlet dari Tanah Air. Namun, Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Kemenpora, Suyadi Pawiro menjelaskan bahwa olahraga air sejenis sudah ada di Indonesia.
Sementara itu, Kosmas Harefa, Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenkomarves, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya mendatangkan para wisatawan ke destinasi wisata yang telah ditingkatkan kualitas dan infrastrukturnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan acara internasional seperti F1 H2O, yang merupakan balapan powerboat dengan level tertinggi di dunia. Tujuannya, memanfaatkan peluang pemulihan pariwisata Indonesia pada 2023.
“Kalau selama ini kita hanya berpikir Bali, sekarang kita harus berpikir untuk mendistribusikan sentra-sentra pengembangan pariwisata. Maka pemerintah memusatkan 5 DPSP, salah satunya Danau Toba,” ujar Kosmas.
Kosmas juga menjelaskan tentang awal mula F1 H2O di Danau Toba atas usulan Menko Marves dalam kunjungan Presiden di bulan Februari 2022, yang melihat keunggulan Danau Toba yang mampu memfasilitasi olahraga powerboat. Proses berlanjut ke tahap komunikasi dengan Union Internationale Motonatique (UIM).
“Penyelenggaraan event seperti ini tidak sama karakternya dengan event lain seperti di Mandalika. Di Danau Toba, khususnya Teluk Balige yang menjadi lokasi utama, tidak memungkinkan tempat duduk penonton hingga puluhan ribu. Sehingga, sedang diupayakan lahan masyarakat di sepanjang teluk tersebut yang dielaborasi menjadi lokasi instalasi tribun bagi penonton,” jelas Kosmas.
Di sisi lain, ajang powerboat internasional tersebut memang belum diikuti oleh atlet dari Tanah Air. Namun, Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Kemenpora, Suyadi Pawiro menjelaskan bahwa olahraga air sejenis sudah ada di Indonesia.
Lihat Juga :