Penyerapan Anggaran Kementerian PUPR Lamban

Rabu, 03 Juni 2015 - 10:59 WIB
Penyerapan Anggaran...
Penyerapan Anggaran Kementerian PUPR Lamban
A A A
JAKARTA - Penyerapan anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga akhir Mei baru mencapai 8,16% dengan progres fisik 7,16%.

Sementara, total anggaran sebagaimana tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian PUPR tahun ini sebesar Rp118 triliun. Kepala Pusat Pengolahan Data (Pusdata) Kementerian PUPR Kemas N Asikin mengatakan, kementeriannya akan menggenjot capaian penyerapan setinggi mungkin.

Karena itu pihaknya berjanji akan memberikan teguran kepada setiap satuan administrasi pangkal (satminkal) di lingkungan Kementerian PUPR yang dinilai lamban mencapai progres penyerapan. ”Teguran itu pada satminkal yang progresnya berada pada capaian 10 terendah,” ujar Kemas di Jakarta, Senin (1/6).

Kemas menjelaskan bahwa nilai paket yang dikontrakkan pada 2015 senilai Rp94,57 triliun. Kontrak tersebut terdiri atas kontrak multiyears senilai Rp9,1 triliun, kontrak tahunan (TA 2015) sebesar Rp85,47 triliun, paket yang sudah terlelang Rp73,01 triliun, serta sisanya, paket belum terlelang.

Progres jumlah paket lelang di Kementerian PUPR per Mei 2015 telah mencapai 11.503 paket senilai Rp73,01 triliun dari total 14.454 paket senilai Rp82,87 triliun pada 2015. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp43,4 triliun.

Dia menambahkan, untuk mempercepat penyerapan, Kementerian PUPR akan mempercepat proses lelang. Sebelumnya proses lelang 2015 telah dimulai sejak November 2014. Dalam rangka mempercepat pelelangan pada tahun anggaran 2016, pelelangan bisa dilakukan lebih awal yakni pada Agustus 2015. Dengan demikian, setelah DIPA 2016 turun, pekerjaan dapat dilaksanakan.

Sebelumnya Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto Husaini mengungkapkan, Kementerian PUPR berencana mempercepat penyerapan lelang dalam rangka penyerapan anggaran yang lebih efisien. ”Begitu anggaran cair, sudah bisa langsung dilakukan pembayaran. Penyerapan anggaran pun bisa berjalan lebih cepat,” ujar dia belum lama ini.

Dia juga mengatakan, dalam rangka mempercepat proses lelang, Kementerian PUPR masih terus mengajukan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar proyek-proyek multiyears tidak harus menunggu persetujuan Kemenkeu.

Ichsan amin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
10 menit yang lalu
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
18 menit yang lalu
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
22 menit yang lalu
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
1 jam yang lalu
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Anggaran...
10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Tertinggi pada 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved