Sedot Investasi Rp 10,6 Triliun, Superblok Tertinggi se-Indonesia Bakal Dibangun di Sudirman
Rabu, 01 Februari 2023 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Kosasih, kerja sama ini akan mendatangkan banyak keuntungan bagi Taspen. Setelah masa BOT selesai, lahan beserta gedung dan pengelolaannya akan sepenuhnya dimiliki oleh Taspen. Selain itu, BUMN dana pensiun ini juga akan mendapat hasil dari pengelolaan setiap tahunnya.
"Ini tidak pakai uang Taspen sama sekali. Dan ini betul-betul dananya dari Jepang, Taspen tidak keluar uang, tapi dapat uang. Dengan skema BOT, mereka bayar sewa 50 tahun ke kita, tanahnya balik. Hanya waktu pembangunan kita minta share. Semua dana dari Jepang, tapi kita masih ikut memiliki kepemilikan yang cukup signifikan dalam pengelolaan nanti. Share-nya 70:30, Jepang 70 (persen) kami 30 tapi dana semua dari Jepang," paparnya.
Nantinya, Oasis Central Sudirman diproyeksikan sebagai pusat bisnis, residensial dan niaga di Jakarta Pusat dengan pemenuhan standar ESG. Kedua tower masing-masing akan difungsikan sebagai apartemen, perkantoran dan kawasan ritel bisnis.
Lokasi lahan tersebut sangat strategis, terletak di kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang sangat dekat dengan beberapa stasiun moda transportasi massal seperti MRT, LRT, Sky Train Bandara, KRL, dan Busway serta berjarak sangat dekat dari Pusat Bisnis, Pusat Perdagangan dan Pusat Pemerintahan.
Sekadar informasi, untuk gedung yang sudah ada saat ini di Jakarta yang paling tinggi masih dipegang oleh Gama Tower (285,5 meter). Total lantai dari bangunan ini berjumlah 64 lantai yang dimanfaatkan sebagai hotel dan perkantoran di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan.
Sementara untuk gedung yang saat ini masih dalam tahap pembangunan ada gedung Indonesia 1 di Jalan MH Thamrin. Gedung ini disebut-sebut memiliki tinggi 300 meter yang terdiri dari 2 tower. Masing-masing tower memiliki 59 lantai.
"Ini tidak pakai uang Taspen sama sekali. Dan ini betul-betul dananya dari Jepang, Taspen tidak keluar uang, tapi dapat uang. Dengan skema BOT, mereka bayar sewa 50 tahun ke kita, tanahnya balik. Hanya waktu pembangunan kita minta share. Semua dana dari Jepang, tapi kita masih ikut memiliki kepemilikan yang cukup signifikan dalam pengelolaan nanti. Share-nya 70:30, Jepang 70 (persen) kami 30 tapi dana semua dari Jepang," paparnya.
Nantinya, Oasis Central Sudirman diproyeksikan sebagai pusat bisnis, residensial dan niaga di Jakarta Pusat dengan pemenuhan standar ESG. Kedua tower masing-masing akan difungsikan sebagai apartemen, perkantoran dan kawasan ritel bisnis.
Lokasi lahan tersebut sangat strategis, terletak di kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang sangat dekat dengan beberapa stasiun moda transportasi massal seperti MRT, LRT, Sky Train Bandara, KRL, dan Busway serta berjarak sangat dekat dari Pusat Bisnis, Pusat Perdagangan dan Pusat Pemerintahan.
Sekadar informasi, untuk gedung yang sudah ada saat ini di Jakarta yang paling tinggi masih dipegang oleh Gama Tower (285,5 meter). Total lantai dari bangunan ini berjumlah 64 lantai yang dimanfaatkan sebagai hotel dan perkantoran di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan.
Sementara untuk gedung yang saat ini masih dalam tahap pembangunan ada gedung Indonesia 1 di Jalan MH Thamrin. Gedung ini disebut-sebut memiliki tinggi 300 meter yang terdiri dari 2 tower. Masing-masing tower memiliki 59 lantai.
(akr)
Lihat Juga :