Laporkan Progres Pembangunan IKN, Menteri Basuki Tekankan Pentingnya Peduli Lingkungan
Minggu, 05 Februari 2023 - 22:42 WIB
loading...
Menteri Basuki Hadimuljono saat meninjau pembangunan IKN Nusantara. Foto/PUPR
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Ibu Kota Nusantara ( IKN ). Hingga saat ini setidaknya sudah terkontrak 31 paket pengerjaan dengan progres pembangunan keseluruhan mencapai 14%.
Baca juga: 9 Tower di IKN Siap Tampung Para Pekerja Konstruksi
Paket yang sudah dikerjakan seperti konsultan manajemen konstruksi dan supervisi, antara lain pekerjaan land development, hunian pekerja, jalan logistik, jalan tol, embung dan drainase, intake air baku, kantor kementerian koordinator, sumbu kebangsaan, kompleks kantor, dan istana negara.
"Visi Smart Forest City harus menjadi panduan dan orientasi kita bekerja. Hati-hati, harus seminimal mungkin menebang pohon dan mengupas tebing. Justru kita manfaatkan pohon dan tebing yang ada untuk lansekap view kawasan yang bagus," kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Minggu (5/2/2023).
Implementasi itu dilakukan dengan membatasi secara ketat penebangan pohon eksisting yang betul-betul sesuai dengan rencana manfaat jalan dan tapak bangunan, serta mempertahankan bentang alam yang ada di lapangan (elevasi, kontur, posisi) di bawah pengawasan ketat konsultan manajemen konstruksi dan supervisi pekerjaan.
Baca juga: 9 Tower di IKN Siap Tampung Para Pekerja Konstruksi
Paket yang sudah dikerjakan seperti konsultan manajemen konstruksi dan supervisi, antara lain pekerjaan land development, hunian pekerja, jalan logistik, jalan tol, embung dan drainase, intake air baku, kantor kementerian koordinator, sumbu kebangsaan, kompleks kantor, dan istana negara.
"Visi Smart Forest City harus menjadi panduan dan orientasi kita bekerja. Hati-hati, harus seminimal mungkin menebang pohon dan mengupas tebing. Justru kita manfaatkan pohon dan tebing yang ada untuk lansekap view kawasan yang bagus," kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Minggu (5/2/2023).
Implementasi itu dilakukan dengan membatasi secara ketat penebangan pohon eksisting yang betul-betul sesuai dengan rencana manfaat jalan dan tapak bangunan, serta mempertahankan bentang alam yang ada di lapangan (elevasi, kontur, posisi) di bawah pengawasan ketat konsultan manajemen konstruksi dan supervisi pekerjaan.
Lihat Juga :