Sama-sama Terimbas Covid-19, Pemulihan IHSG Paling Lambat di ASEAN
Rabu, 15 Juli 2020 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Mengacu pada data Google Mobility Report, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kebijakan-kebijakan pembatasan sosial lainnya sempat menurunkan pergerakan masyarakat Indonesia pada bulan April hingga 40%. Namun, sejak awal Mei 2020, pergerakan warga pun terlihat mulai mengalami kenaikan dan dan pada akhir April hingga awal Juni 2020 tercatat meningkat sebesar 8%.
Kebijakan pelonggaran pembatasan aktivitas pada awal Juni tentunya tidak bisa dikecualikan sebagai salah satu faktor terus bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia. Bahkan, jauh sebelum itu, sudah dilakukan "pelonggaran" dari sisi transportasi, yakni sejak 7 Mei 2020 di mana pemerintah membuka seluruh moda transportasi, hanya dua pekan setelah diberlakukannya larangan mudik.
Seperti diketahui, pada kuartal I/2020, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,97%, atau terendah sejak 2001. Sementara itu, kontraksi atau pertumbuhan negatif diprediksikan akan terjadi di kuartal II/2020.
Sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah demi menopang perekonomian dan memicu pertumbuhan. Kendati demikian, pemulihan total ekonomi Indonesia diperkirakan baru akan terkadi pada 2022.
Bersamaan dengan itu, pertumbuhan rata-rata jumlah kasus Covid-19 di Indonesia juga masih bertambah yang bisa memicu ketidakpastian. "Besar kemungkinan ini akan menjadi penyebab mengapa investor enggan menaruh uang di pasar modal. Imbasnya, pemulihan IHSG pun berjalan amat lambat ketimbang indeks bursa di negara-negara ASEAN lainnya," ungkap riset tersebut yang dikutip Rabu (15/7/2020).
Kebijakan pelonggaran pembatasan aktivitas pada awal Juni tentunya tidak bisa dikecualikan sebagai salah satu faktor terus bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia. Bahkan, jauh sebelum itu, sudah dilakukan "pelonggaran" dari sisi transportasi, yakni sejak 7 Mei 2020 di mana pemerintah membuka seluruh moda transportasi, hanya dua pekan setelah diberlakukannya larangan mudik.
Seperti diketahui, pada kuartal I/2020, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,97%, atau terendah sejak 2001. Sementara itu, kontraksi atau pertumbuhan negatif diprediksikan akan terjadi di kuartal II/2020.
Sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah demi menopang perekonomian dan memicu pertumbuhan. Kendati demikian, pemulihan total ekonomi Indonesia diperkirakan baru akan terkadi pada 2022.
Bersamaan dengan itu, pertumbuhan rata-rata jumlah kasus Covid-19 di Indonesia juga masih bertambah yang bisa memicu ketidakpastian. "Besar kemungkinan ini akan menjadi penyebab mengapa investor enggan menaruh uang di pasar modal. Imbasnya, pemulihan IHSG pun berjalan amat lambat ketimbang indeks bursa di negara-negara ASEAN lainnya," ungkap riset tersebut yang dikutip Rabu (15/7/2020).
(fai)
Lihat Juga :