Brand Rempeyek Pertama di Indonesia yang Kantongi Izin BPOM Target Go Global

Senin, 06 Februari 2023 - 05:31 WIB
loading...
Brand Rempeyek Pertama...
Menjadi brand rempeyek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil mengantongi izin dari BPOM, Peyek Nyai punya visi jauh ke depan yang ingin membawa snack khas Indonesia ini Go Global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Peyek Nyai menjadi brand rempeyek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) pada 2022 lalu. Menurut Owner Peyek Nyai, Yessi Calissa, legalitas adalah hal terpenting untuk mengembangkan sebuah usaha.

Apalagi Peyek Nyai punya visi jauh ke depan yang ingin membawa snack khas Indonesia ini Go Global.“Kita adalah brand peyek pertama di Indonesia yang mengantongi izin BPOM,” kata Yessi Calissa di Jakarta, Kamis (2/1/2023).

Baca Juga: Unggah Peyek Oleh-oleh dari Dubes RI, Prabowo: Tambahin Pecel Makin Enak

Oleh karena itu, bukan cuma izin BPOM yang dimiliki Peyek Nyai, sertifikat halal MUI juga sudah dikantonginya saat ini. Bagi Yessi Calissa untuk memulai sebuah bisnis, legalitas yang tepat akan memudahkan usaha untuk berkembang di jangka panjang.

“Kita berawal dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) atau produksi rumahan, kemudian pelan-pelan berkembang dari UMKM menjadi Perusahaan Terbuka (PT),” kata Yessi Calissa di Jakarta.

Brand Rempeyek Pertama di Indonesia yang Kantongi Izin BPOM Target Go Global


Selain itu, dengan dikantonginya izin BPOM dan sertifikat halal, Yessi Calissa menyatakan, brand rempeyek miliknya, Peyek Nyai, akan mempunyai tingkat kepercayaan yang lebih tinggi lagi dari masyarakat.

Sebagai snack tradisional, sebetulnya hanya dengan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) saja produk rempeyek sudah dapat dijual ke masyarakat, namun menurut Yessi Calissa, dirinya punya visi untuk mengembangkan bisnis rempeyeknya di Indonesia sebagai cemilan khas nusantara, bahkan hingga go international.

“Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) saja sudah cukup dan sudah bisa jual ke publik. Tapi kita mempunyai visi untuk bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan go international, kita ingin punya reseller dan distributor,” urai Yessi Calissa lagi.

Yessi Calissa juga mengatakan, untuk memperoleh izin dari BPOM tidaklah mudah, tempat produksi rempeyek miliknya harus mempunyai standar yang tinggi, baik dari sisi kualitas bahan baku, tempat produksi, kebersihan, dan SOP pembuatannya.

Bahkan, kata dia lagi, SDM yang memproduksi Peyek Nyai harus melewati SOP yang sangat ketat. SDM harus melewati ruang ganti steril sebelum memasuki tempat produksi. Dengan kata lain, semua harus sudah standar pabrik, harus bersih dan steril,

“Tempat produksi harus memenuhi standar BPOM, dari awal bahan baku memasuki tempat produksi sampai menjadi produk akhir di audit dahulu. Tempat produksi juga harus terpisah dari gudang pengemasan, barang reject, dan penyimpanan bahan baku.,” jelas Yessi Calissa.

Selain itu, dikatakan Yessi Calissa lagi, Peyek Nyai selalu mengadakan training terhadap SDM yang dimiliki, tujuannya apalagi kalau bukan untuk menjaga konsistensi kualitas produk yang dijual. Apalagi, snack rempeyek sangat bergantung pada hasil tangan manusia, yang terkadang manusia mempunyai mood yang bagus dan sebaliknya.

“Ketika rempeyek diproduksi masal, harus terus dipantau agar kualitas produk selalu terjaga. Karena peyek kebanyakan buatan tangan (handmade), jadi sangat bergantung pada SDM, jadi harus selalu melalui quality control yang sangat ketat agar selalu konsisten,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Peyek Nyai berawal dari usaha rumahan yang berdiri sejak 2018 akhir. Usaha ini awalnya hanya dari iseng-iseng berhadiahnya pemilik. Saat itu dia menjual snack tersebut ke teman-teman dekatnya.

Baca Juga: Resep Peyek Teri Renyah dan Gurih, Sedap Pakai Daun Jeruk

Namun, karena rasa rempeyek buatannya enak dan banyak yang suka, orderan rempeyek pun meledak, rumah tempat awal usaha pun tak cukup lagi untuk memproduksi Peyek Nyai, walhasil Yessi Calissa kemudian memindahkan produksi Peyek Nyai ke tempat produksi standar pabrik pada 2020 akhir.

Setelah pindah ke tempat produksi yang baru, sekarang Peyek Nyai sudah diproduksi masal, dan saat ini Peyek Nyai sudah dijual dimana-mana, baik di marketplace, reseller, supermarket, juga dititipkan di restoran-restoran dan toko oleh-oleh.

Saat ini, varian rempeyek Peyek Nyai sudah berkembang. Ada rempeyek kacang tanah, rempeyek teri medan, rempeyek udang rebon, rempeyek kacang hijau, rempeyek kedelai hitam, dan rempeyek teri cabai.

Bukan hanya rempeyek, Peyek Nyai juga menjual berbagai macam cemilan khas nusantara, seperti sambal, kacang goreng, dan cemilan lainnya. “Peyek Nyai akan berkembang menjadi brand yang memproduksi bermacam-macam cemilan khas nusantara,” pungkas Yessi Calissa.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Centrepark Raih WOW...
Centrepark Raih WOW Brand 2026, Dipilih Konsumen di Tengah Transformasi Parkir Berbasis Teknologi
Titik Cerah Perjuangan...
Titik Cerah Perjuangan Hak atas Merek Arc’teryx di Indonesia
KARA Raih Pengakuan...
KARA Raih Pengakuan Bergengsi di Level Nasional usai Sabet IBEICV 2026
Raih Top Brand Award...
Raih Top Brand Award 2026, Centrepark Perkuat Posisi Pengelola Parkir Berbasis Teknologi
Jawab Kebutuhan Kaum...
Jawab Kebutuhan Kaum Urban, Sepeda Listrik NUV Hadir sebagai Solusi Transportasi
UMKM Indonesia Gulung...
UMKM Indonesia Gulung Tikar
Jennie BLACKPINK Dikabarkan...
Jennie BLACKPINK Dikabarkan Buat Beauty Brand, Fans Tak Sabar Ingin Beli
Rekomendasi
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved