Jokowi Ungkap Biang Kerok Gangguan Hilirisasi di Dalam Negeri
Rabu, 08 Februari 2023 - 12:21 WIB
loading...
Tambang ilegal akan menggangu program hilirisasi yang digencarkan pemerintah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Upaya pemerintah melakukan hilirisasi tambang ternyata tak hanya mengalami gangguan di luar negeri seperti gugatan Uni Eropa, tapi juga dari dalam negeri. Tantangan dari dalam negeri adalah masih maraknya tambang ilegal yang hasilnya kemudian diekspor masih dalam bentuk bahan mentah.
Baca juga: Digugat ke WTO Soal Hilirisasi, Bahlil: Kita Negara Merdeka, Kita lawan!
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengatakan bahwa proses hilirisasi dipastikan terganggu jika ekspor dan tambang ilegal masih terus berjalan dan dibiarkan. Jokowi pun memerintahkan kepada TNI dan Polri untuk membantu pengamanan dan penindakan terhadap ekspor dan tambang ilegal.
"Tadi saya sampaikan yang namanya ekspor ilegal masih berjalan, yang namanya tambang ilegal masih berjalan, ya proses hilirisasi dan industrialisasi menjadi terganggu. Dan tugas TNI Polri ada di situ," kata Jokowi usai Rapat pimpinan TNI dan Polri Tahun 2023, di The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (8/2/2023).
Jokowi mengatakan bahwa penerimaan negara menjadi sangat berkurang karena masih adanya ekspor dan tambang ilegal. Pasalnya, selain nilai tambahnya tidak ada, ekspor hasil tambang ilegal juga kerap tak tercatat.
Baca juga: Digugat ke WTO Soal Hilirisasi, Bahlil: Kita Negara Merdeka, Kita lawan!
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengatakan bahwa proses hilirisasi dipastikan terganggu jika ekspor dan tambang ilegal masih terus berjalan dan dibiarkan. Jokowi pun memerintahkan kepada TNI dan Polri untuk membantu pengamanan dan penindakan terhadap ekspor dan tambang ilegal.
"Tadi saya sampaikan yang namanya ekspor ilegal masih berjalan, yang namanya tambang ilegal masih berjalan, ya proses hilirisasi dan industrialisasi menjadi terganggu. Dan tugas TNI Polri ada di situ," kata Jokowi usai Rapat pimpinan TNI dan Polri Tahun 2023, di The Sultan Hotel Jakarta, Rabu (8/2/2023).
Jokowi mengatakan bahwa penerimaan negara menjadi sangat berkurang karena masih adanya ekspor dan tambang ilegal. Pasalnya, selain nilai tambahnya tidak ada, ekspor hasil tambang ilegal juga kerap tak tercatat.
Lihat Juga :