Buruh yang Bertahan dan Hengkang dalam Pembahasan Omnibus Law

Rabu, 15 Juli 2020 - 19:43 WIB
loading...
Buruh yang Bertahan...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejumlah konfederasi dan serikat buruh memutuskan untuk tetap dalam tim teknis yang membahas Omnibus Law atau Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja . Khususnya terkait klaster ketenagakerjaan.

Kelompok buruh yang bertahan ini berpandangan, bahwa keberadaannya di tim teknis tersebut masih sangat penting untuk menyampaikan ide-ide atau aspirasi dalam penentuan pasal-pasal dalam Omnibus.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Eli Rosita Silaban mengatakan, bahwa pihaknya dari awal sudah menentukan sikap untuk terlibat dalam pembahasan RUU Cipta Kerja. Pihaknya tidak ingin pasal yang sudah didesain pemerintah itu lolos begitu saja.

"Kami minta dilibatkan. Ini saatnya kita menyampaikan ide-ide dalam pembahasan RUU ini," kata Eli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/7/2020). ( Baca juga:Kecewa Tripartit Omnibus Law Ciptaker, Pekerja Siapkan Demo Besar-besaran )

Ia juga membantah, bahwa pihaknya duduk hanya untuk legitimasi atas UU tersebut. Ia menegaskan, pihaknya juga tidak menjamin akan bertahan sampai akhir dalam tim teknis tersebut.

"Kami ada di tim ini supaya suara kami didengar. Jika suara kami ditolak kami juga punya strategi lainnya," tegas Eli.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP KSPSI Yoris, Arnold Sihite, menyatakan bahwa pihaknya masih berada dalam tim karena menginginkan RUU yang berkualitas untuk disampaikan ke DPR.

" Kita di sini ingin memengaruhi pemerintah supaya ide kita diterima. Jika tidak berhasil, pertarungan selanjutnya itu ada di DPR" terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi mengatakan bahwa pihak ingin tetap konsisten dalam pembahasan RUU Cipta Kerja ini.

"Kami akan menerima segala risiko agar memanfaatkan forum itu untuk menyampaikan segala aspirasi dan ide-ide dari buruh. Berhasil atau tidak, itu hal biasa dalam perjuangan," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah konfederasi dan serikat buruh memutuskan mengundurkan diri dari tim teknis yang membahas RUU Cipta Kerja. Alasannya, mereka kecewa lantaran Apindo dan Kadin tidak mau menyerahkan usulan konsep secara tertulis serta tidak punya kewenangan dalam penentuan pasal. Dua kelompok yang keluar dari tim teknis tersebut yakni KSPSI AGN dan KSPI.

Dengan keluarnya dua kelompok buruh itu, maka menyisakan enam serikat pekerja atau serikat buruh yang masih ikut berjuang di dalam Tim tersebut, yaitu KSPSI Yoris, KSBSI, KSarbumusi, KSPN, FSP Perkebunan, dan FSP Kahutindo.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Pemerintah Bakal Umumkan...
Pemerintah Bakal Umumkan Aturan Outsourcing Hari Ini, KSPSI Spill Apa Isinya
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
50.000 Buruh Bakal Demo...
50.000 Buruh Bakal Demo di DPR saat May Day 2026, Ini 6 Tuntutannya
Investasi 2025 Tembus...
Investasi 2025 Tembus Rp1.931 T Belum Selaras dengan Keamanan dan Kesejahteraan Pekerja
Buruh Tolak Penetapan...
Buruh Tolak Penetapan UMP 2026, Menko Airlangga: Sudah Diputuskan!
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
Rekomendasi
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Ruben Onsu Unggah Video...
Ruben Onsu Unggah Video Giorgio Ngopi di Rumah Sarwendah, Captionnya Bikin Heboh
Berita Terkini
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved