Tren Tamu Domestik Naik, PHRI Pede Okupansi Hotel Berbintang 2023 Tembus 83 Juta Orang
Minggu, 12 Februari 2023 - 10:05 WIB
loading...
Tingkat hunian hotel (okupansi) berbintang pada tahun 2023 diyakini bisa menyamai 2019 yakni di kisaran 83 juta orang, begini alasannya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tingkat hunian hotel (okupansi) berbintang pada tahun 2023 diyakini bisa menyamai 2019 yakni di kisaran 83 juta orang. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) , Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, optimistis itu berdasarkan tren positif beberapa bulan terakhir, terlebih setelah pemerintah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ).
“Trennya terus naik khususnya tamu domestik. Pencapaian ( okupansi hotel berbintang) kita di 2022 mencapai 70 persen dari 2019. Jadi tahun ini sangat mungkin bisa sama dengan 2019 karena semua berangsur pulih,” jelas Hariyadi di sela pembukaan kembali Solo Brasserie and Lounge di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Jumat (10/2/2023) malam.
Baca Juga: Pelonggaran PPKM Picu Kenaikan Okupansi Hotel di Surabaya
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tamu menginap pada hotel bintang di Indonesia sepanjang 2019 mencapai 82,76 juta orang. Sebanyak 11,31 juta di antaranya (13,24%) adalah tamu asing.
Jumlah tamu terbanyak dicatat oleh hotel bintang 3, yaitu 29,09 juta orang (35,15 persen dari keseluruhan). Rata-rata lama menginap tamu asing 2,63 hari sedangkan tamu domestik 1,58 hari.
Okupansi tertinggi hotel berbintang pada 2019 terjadi di Jawa Barat yakni 13,35 juta orang (16,14%) dibayangi DKI Jakarta (11,79 juta orang/14,25%), Bali (8,87 juta orang/10,72%), Jawa Timur (7,79 juta orang/9,42%) dan Jawa Tengah sebanyak 7,37 juta orang atau 8,91%).
Menurut Hariyadi, tingkat hunian hotel berbintang pada 2023 bisa lebih tinggi dari sekitar 83 juta orang. Namun itu sangat tergantung kenaikan angka kunjungan wisatawan asing.
“Trennya terus naik khususnya tamu domestik. Pencapaian ( okupansi hotel berbintang) kita di 2022 mencapai 70 persen dari 2019. Jadi tahun ini sangat mungkin bisa sama dengan 2019 karena semua berangsur pulih,” jelas Hariyadi di sela pembukaan kembali Solo Brasserie and Lounge di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Jumat (10/2/2023) malam.
Baca Juga: Pelonggaran PPKM Picu Kenaikan Okupansi Hotel di Surabaya
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tamu menginap pada hotel bintang di Indonesia sepanjang 2019 mencapai 82,76 juta orang. Sebanyak 11,31 juta di antaranya (13,24%) adalah tamu asing.
Jumlah tamu terbanyak dicatat oleh hotel bintang 3, yaitu 29,09 juta orang (35,15 persen dari keseluruhan). Rata-rata lama menginap tamu asing 2,63 hari sedangkan tamu domestik 1,58 hari.
Okupansi tertinggi hotel berbintang pada 2019 terjadi di Jawa Barat yakni 13,35 juta orang (16,14%) dibayangi DKI Jakarta (11,79 juta orang/14,25%), Bali (8,87 juta orang/10,72%), Jawa Timur (7,79 juta orang/9,42%) dan Jawa Tengah sebanyak 7,37 juta orang atau 8,91%).
Menurut Hariyadi, tingkat hunian hotel berbintang pada 2023 bisa lebih tinggi dari sekitar 83 juta orang. Namun itu sangat tergantung kenaikan angka kunjungan wisatawan asing.
Lihat Juga :