Industri Ban Indonesia dalam Bahaya, Petani Karet Pindah Haluan ke Kelapa Sawit
Selasa, 14 Februari 2023 - 12:39 WIB
loading...
Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) memperingatkan, bahwa industri ban di Indonesia saat ini terancam punah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) memperingatkan, bahwa industri ban di Indonesia saat ini terancam punah. Penyebabnya karena banyak petani karet alam yang beralih ke komoditas kelapa sawit.
"Industri pabrik ban kita terancam. Petani-petani karet pada pindah ke kelapa sawit," beber Ketua Umum APBI, Abdul Aziz Pane saat berdialog di IDX Channel, Selasa (14/2/2023).
Baca Juga: Kemendag Optimistis Ekspor Ban Bakal Kian Melaju di Pasar Amerika Selatan
Lebih lanjut dia mengatakan, terbukti sebanyak 14 pengusaha ban hengkang dari Medan kerena sudah tidak lagi mempunyai bahan baku untuk memproduksi ban. Padahal, ban hasil produksi Medan memiliki kualitas standar mutu tinggi bertaraf Internasional. Bahkan banyak diminati perusahaan otomotif Eropa.
Menurutnya jika para petani semakin tidak minat menanam karet alam lagi selama 5 hingga 10 tahun ke depan, maka pengusaha ban akan semakin sulit mendapatkan bahan baku. Alhasil tidak ada lagi produsen ban di Tanah Air.
"Kalau ini berlangsung 5 sampai 10 tahun ke depan, bahaya. Karena tidak ada jaminan dari pemerintah agar petani karet itu jangan mengalihkan pertaniannya ke kelapa sawit," ujar Abdul.
Abdul menerangkan, alasan banyaknya petani sawit yang banting stir ke pertanian kelapa sawit lantaran harga pupuk karet alam yang terlampau mahal. Mereka kesulitan membeli pupuk sehingga beberapa dari petani karet lebih memilih untuk menanam sawit, dan beberapa di antaranya lagi bekerja sebagai karyawan pengusaha kelapa sawit.
"Industri pabrik ban kita terancam. Petani-petani karet pada pindah ke kelapa sawit," beber Ketua Umum APBI, Abdul Aziz Pane saat berdialog di IDX Channel, Selasa (14/2/2023).
Baca Juga: Kemendag Optimistis Ekspor Ban Bakal Kian Melaju di Pasar Amerika Selatan
Lebih lanjut dia mengatakan, terbukti sebanyak 14 pengusaha ban hengkang dari Medan kerena sudah tidak lagi mempunyai bahan baku untuk memproduksi ban. Padahal, ban hasil produksi Medan memiliki kualitas standar mutu tinggi bertaraf Internasional. Bahkan banyak diminati perusahaan otomotif Eropa.
Menurutnya jika para petani semakin tidak minat menanam karet alam lagi selama 5 hingga 10 tahun ke depan, maka pengusaha ban akan semakin sulit mendapatkan bahan baku. Alhasil tidak ada lagi produsen ban di Tanah Air.
"Kalau ini berlangsung 5 sampai 10 tahun ke depan, bahaya. Karena tidak ada jaminan dari pemerintah agar petani karet itu jangan mengalihkan pertaniannya ke kelapa sawit," ujar Abdul.
Abdul menerangkan, alasan banyaknya petani sawit yang banting stir ke pertanian kelapa sawit lantaran harga pupuk karet alam yang terlampau mahal. Mereka kesulitan membeli pupuk sehingga beberapa dari petani karet lebih memilih untuk menanam sawit, dan beberapa di antaranya lagi bekerja sebagai karyawan pengusaha kelapa sawit.
Lihat Juga :