Anak Buah Luhut Ungkap Nasib Investasi Tesla di Indonesia

Kamis, 23 Februari 2023 - 23:33 WIB
loading...
Anak Buah Luhut Ungkap...
Investasi Tesla di Indonesia masih terus dikomunikasikan. Foto/insideevs
A A A
JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto buka suara soal kepastian investasi Tesla di Indonesia. Seto mengatakan, Indonesia dan Tesla masih terus melakukan komunikasi terkait investasi tersebut.

Baca juga: Bos Ferrari Sebut Tesla Pemimpin Baru Industri Otomotif Dunia

Menurut Seto, sejauh ini komunikasi terkait investasi Tesla masih berjalan dengan bagus. Meski begitu, Seto tidak bisa membeberkan lebih lanjut penyebab proses negosiasi berlangsung lama.

"Saya tidak bisa disclose terlalu banyak ya apa yang mereka minta, apa yang kita diskusikan karena mereka public listed company. So far masih positif," kata Seto di Jakarta, Kamis (23/2/2023).

Seto menegaskan bahwa yang terpenting adalah pemerintah bisa mendapatkan komitmen pihak Tesla untuk berinvestasi di Indonesia. "Jadi yang penting kita dapatin dulu komitmennya. Kita target mereka investasi di pabrik mobil," katanya.

Seto menjelaskan alasan pemerintah menargetkan Tesla membangun pabrik mobil, bukan pabrik baterai. Pasalnya, sudah banyak perusahaan yang berkomitmen berinvestasi di baterai, misalnya LG, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL), pembuatan Lithium Ferro Phosphate (LPF) yang bekerja sama dengan Wuling.

"Tidak baterai, kita sudah lumayan banyak. Kita butuh lebih banyak pabrik mobil masuk. Enggak hanya Wuling dan Hyundai, tapi juga BYD (pabrikan China) ini kan nomor satu di dunia, dan Tesla nomor dua. Kalau mereka masuk ke Indonesia, akan bagus nanti untuk hilirisasi logam dan mineral yang kita punya," pungkas Seto.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto buka suara soal kepastian investasi Tesla di Indonesia. Seto mengatakan, Indonesia dan Tesla masih terus melakukan komunikasi terkait investasi tersebut.

Menurut Seto, sejauh ini komunikasi terkait investasi Tesla masih berjalan dengan bagus. Meski begitu, Seto tidak bisa membeberkan lebih lanjut penyebab proses negosiasi berlangsung lama.

"Saya tidak bisa disclose terlalu banyak ya apa yang mereka minta, apa yang kita diskusikan karena mereka public listed company. So far masih positif," kata Seto di Jakarta, Kamis (23/2/2023).

Seto menegaskan bahwa yang terpenting adalah pemerintah bisa mendapatkan komitmen pihak Tesla untuk berinvestasi di Indonesia. "Jadi yang penting kita dapatin dulu komitmennya. Kita target mereka investasi di pabrik mobil," katanya.

Seto menjelaskan alasan pemerintah menargetkan Tesla membangun pabrik mobil, bukan pabrik baterai. Pasalnya, sudah banyak perusahaan yang berkomitmen berinvestasi di baterai, misalnya LG, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL), pembuatan Lithium Ferro Phosphate (LPF) yang bekerja sama dengan Wuling.

Baca juga: Kisah Kegagalan Penaklukan Konstantinopel sebelum Al-Fatih

"Tidak baterai, kita sudah lumayan banyak. Kita butuh lebih banyak pabrik mobil masuk. Enggak hanya Wuling dan Hyundai, tapi juga BYD (pabrikan China) ini kan nomor satu di dunia, dan Tesla nomor dua. Kalau mereka masuk ke Indonesia, akan bagus nanti untuk hilirisasi logam dan mineral yang kita punya," pungkas Seto.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Insentif Daerah dan...
Insentif Daerah dan Relaksasi Regulasi Momentum Percepatan Swasta Investasi SPKLU
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia 2026: Dongeng Cape Verde Baru Dimulai!
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved