SKK Migas Dorong Optimasi Produksi Lapangan Banyu Urip
Kamis, 16 Juli 2020 - 17:00 WIB
loading...
Produksi Lapangan Banyu Urip diyakini dapat ditingkatkan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya menjadi 235.000 bopd. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan bahwa kemampuan produksi Lapangan Banyu Urip ternyata dapat ditingkatkan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Setelah berhasil meningkatkan produksi menjadi 220.000 barrel oil per day (bopd) pada awal tahun 2020, kini produksi dari lapangan tersebut dicoba dinaikkan menjadi 235.000 bopd.
"Kami sedang berkoordinasi dengan EMCL (ExxonMobil Cepu Limited) agar peningkatan produksi sebesar 235.000 bopd dapat direalisasi. Semoga usaha ini dapat dilakukan segera, mengingat semua izin yang dibutuhkan untuk melakukan peningkatan produksi sudah diperoleh," kata Plt Kadiv Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih, di Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Izin peningkatan produksi yang dimaksud Susana adalah izin Amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta persetujuan layak operasi (PLO) instalasi EMCL untuk mendukung peningkatan produksi yang dikeluarkan oleh Ditjen Migas.
Pencapaian target produksi migas tahun 2020 menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan adanya pandemi Covid-19 serta kondisi harga minyak yang rendah. Banyak program yang sebelumnya sudah direncanakan oleh KKKS, akhirnya harus disesuaikan karena pemberlakuan protokol Covid yang membatasi pergerakan barang dan manusia.
(Baca Juga: SKK Migas Targetkan Produksi Minyak 1 Juta Bph di 2030)
"Kami sedang berkoordinasi dengan EMCL (ExxonMobil Cepu Limited) agar peningkatan produksi sebesar 235.000 bopd dapat direalisasi. Semoga usaha ini dapat dilakukan segera, mengingat semua izin yang dibutuhkan untuk melakukan peningkatan produksi sudah diperoleh," kata Plt Kadiv Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih, di Jakarta, Kamis (16/7/2020).
Izin peningkatan produksi yang dimaksud Susana adalah izin Amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta persetujuan layak operasi (PLO) instalasi EMCL untuk mendukung peningkatan produksi yang dikeluarkan oleh Ditjen Migas.
Pencapaian target produksi migas tahun 2020 menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan adanya pandemi Covid-19 serta kondisi harga minyak yang rendah. Banyak program yang sebelumnya sudah direncanakan oleh KKKS, akhirnya harus disesuaikan karena pemberlakuan protokol Covid yang membatasi pergerakan barang dan manusia.
(Baca Juga: SKK Migas Targetkan Produksi Minyak 1 Juta Bph di 2030)
Lihat Juga :