SKK Migas Dorong Optimasi Produksi Lapangan Banyu Urip
Kamis, 16 Juli 2020 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Hasilnya beberapa program seperti bor, workover, well service serta proyek yang terhambat, termasuk kegiatan operasional yang perlu penyesuaian dengan protokol yang diberlakukan pada masa pandemi ini.
"Di tengah tantangan yang dihadapi saat ini, EMCL merupakan salah satu KKKS yang pencapaian produksinya hingga semester I/2020 memenuhi dan bahkan melebihi target APBN tahun 2020 yang telah ditetapkan untuk EMCL dengan menjaga level produksi optimal di 220.000 bopd. Namun demikian kami berusaha untuk memaksimalkan produksi dari wilayah kerja tersebut," tambah Susana.
Potensi optimasi produksi di MCL, telah divalidasi dari kegiatan High Rate Test yang dilakukan di tahun 2019 dimana berdasarkan test tersebut fasilitas mampu berproduksi secara aman di level 235.000 bopd.
Optimasi produksi di atas 220.000 bopd belum dapat dilaksanakan di tahun 2019 karena AMDAL yang ada pada saat itu hanya membolehkan produksi maksimal sebesar 220.000 bopd. Pada tahun 2020 ini revisi AMDAL telah diberikan oleh KLHK serta PLO juga telah disetujui oleh DJMIGAS untuk berproduksi di atas 220.000 bopd hingga 235.000 bopd.
Mengacu pada hal-hal tersebut, secara legalitas peningkatan produksi di atas 220.000 bopd dapat dilakukan sesegera mungkin. Diharapkan adanya tambahan produksi dari EMCL dapat membantu pencapaian target produksi migas nasional.
"Di tengah tantangan yang dihadapi saat ini, EMCL merupakan salah satu KKKS yang pencapaian produksinya hingga semester I/2020 memenuhi dan bahkan melebihi target APBN tahun 2020 yang telah ditetapkan untuk EMCL dengan menjaga level produksi optimal di 220.000 bopd. Namun demikian kami berusaha untuk memaksimalkan produksi dari wilayah kerja tersebut," tambah Susana.
Potensi optimasi produksi di MCL, telah divalidasi dari kegiatan High Rate Test yang dilakukan di tahun 2019 dimana berdasarkan test tersebut fasilitas mampu berproduksi secara aman di level 235.000 bopd.
Optimasi produksi di atas 220.000 bopd belum dapat dilaksanakan di tahun 2019 karena AMDAL yang ada pada saat itu hanya membolehkan produksi maksimal sebesar 220.000 bopd. Pada tahun 2020 ini revisi AMDAL telah diberikan oleh KLHK serta PLO juga telah disetujui oleh DJMIGAS untuk berproduksi di atas 220.000 bopd hingga 235.000 bopd.
Mengacu pada hal-hal tersebut, secara legalitas peningkatan produksi di atas 220.000 bopd dapat dilakukan sesegera mungkin. Diharapkan adanya tambahan produksi dari EMCL dapat membantu pencapaian target produksi migas nasional.
(fai)
Lihat Juga :