Penerapan Industri 4.0 di Sektor Logam Bikin Ekspor Kian Ngecor

Jum'at, 17 Juli 2020 - 11:41 WIB
loading...
Penerapan Industri 4.0...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian bertekad mengakselerasi transformasi sektor manufaktur di Tanah Air ke arah industri 4.0 . Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional, sekaligus sebagai implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Transformasi industri 4.0 memberikan benefit bagi perusahaan, antara lain menurunkan biaya dan down-time, meningkatkan kinerja mesin dan peralatan, meningkatkan kecepatan operasi produksi dan kualitas produk, serta compatible dengan protokol kesehatan” kata Kepala Badan Penelitian dan pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi, ketika melakukan kunjungan kerja di PT Tata Logam Lestari, Cikarang, Jumat (17/7/2020).

Kepala BPPI menyampaikan, kunjungannya ke PT Tata Logam Lestari dalam rangka melihat kesiapan salah satu industri logam di dalam negeri untuk bertransformasi ke arah industri 4.0. “Tim Kemenperin akan membantu mengidentifikasi kendala dan pain point perusahaan dalam upaya bertransformasi ke industri 4.0. Ini merupakan salah satu rekomendasi bagi perusahaan untuk melakukan penyesuaian terhadap strategi bisinis dalam bertransformasi,” jelasnya.

Menurut Doddy, meskipun industri logam belum dimasukkan ke dalam lima sektor pioner industri 4.0 pada Making Indonesia 4.0, namun merupakan salah satu sektor yang strategis karena selama ini mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

“Peran penting industri logam, di antaranya adalah hasil produknya menjadi bahan baku utama bagi kegiatan sektor lainnya, seperti industri permesinan dan peralatan pabrik, otomotif, maritim serta elektronik,” sebutnya. ( Baca juga:Penjualan Melonjak 255,48%, Industri Automotif Mulai Ngebut )

Bahkan, dengan bertransformasi ke arah industri 4.0, diyakini kinerja industri logam akan semakin kokoh dan berpeluang mendongkrak sumbangsihnya terhadap nilai ekspor nasional. Catatan positif ekspor produk industri logam nasional terlihat dari capaian pada Januari-Mei 2020 yang menembus USD9,2 miliar atau naik 41% dibanding perolehan di periode yang sama tahun 2019 sekitar USD6,5 miliar.

“Capaian positif itu selaras dengan salah satu strategi dalam program Making Indonesia 4.0, yakni meningkatkan produktivitas industri yang berorientasi ekspor guna mendorong roda perekonomian nasional,” ungkap Doddy.

Diharapkan, melalui kebijakan pengembangan sektor-sektor industri yang punya orientasi ekspor, target Indonesia menjadi bagian dari 10 negara yang memiliki ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030 dapat terwujud.

Kepala BPPI menambahkan, setelah ini, PT Tata Logam Lestari akan melakukan assessment Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), dan mengikuti pendampingan dari Kemenperin, berupa penyusunan peta jalan transformasi industri 4.0. “Jadi, kami akan membantu PT. Tata Logam Lestari melakukan identifikasi potensi-potensi yang dimiliki dan menyusun strategi roadmap atau rencana aksi dalam bertransformasi menuju industri 4.0,” terangnya.

INDI 4.0 merupakan indeks acuan bagi industri dan pemerintah dalam mengukur tingkat kesiapan industri untuk bertransformasi menuju industri 4.0 di Indonesia. INDI 4.0 terdiri atas lima pilar dan 17 bidang. Kelima pilar tersebut, yaitu manajemen dan organisasi, orang dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta operasi pabrik.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Kemenperin Kukuhkan...
Kemenperin Kukuhkan Pengurus Aspadin, Industri AMDK Dongkrak Ekonomi Nasional
Susu Tak Kunjung Masuk...
Susu Tak Kunjung Masuk Menu MBG, Kemenperin Ungkap Tantangan Teknisnya
Pilih Mobil Listrik...
Pilih Mobil Listrik atau Hybrid, Mana Insentif yang Lebih Besar?
Menyoroti Risiko Siber...
Menyoroti Risiko Siber OT dan Dorong Penerapan Security by Design dalam Industri 4.0
Berhasil Raih 2 Penghargaan,...
Berhasil Raih 2 Penghargaan, Seluruh Produk Dexa Group Bersertifikat Halal
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Industri Modifikasi...
Industri Modifikasi Raih Legitimasi Negara, Kemenperin Dukung IMX 2025 sebagai Standar Kualitas Nasional
Wamenperin dan Menteri...
Wamenperin dan Menteri Rusia Sepakat Perkuat Kerja Sama Industri Strategis
Rekomendasi
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Pigai Desak Kematian...
Pigai Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas: Ini Peristiwa yang Serius
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Berita Terkini
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Tutup Akun Kredivo via...
Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved