Menyoroti Risiko Siber OT dan Dorong Penerapan Security by Design dalam Industri 4.0

Sabtu, 22 November 2025 - 22:52 WIB
loading...
Menyoroti Risiko Siber...
ITSEC Asia, perusahaan keamanan siber dan kecerdasan buatan (cyber-Al) membagikan pandangan terbaru mengenai tingkat kesiapan sektor manufaktur nasional menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT ITSEC Asia Tbk perusahaan keamanan siber dan kecerdasan buatan (cyber-Al) terdepan di Indonesia membagikan pandangan terbaru mengenai tingkat kesiapan sektor manufaktur nasional menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Pernyataan ini merujuk pada penjelasan Presiden Direktur & CEO, Patrick Dannacher, bertajuk "Cyber Threats Are Getting Smarter, Is Indonesia's Smart Manufacturing Ready?".

Dannacher menegaskan, bahwa profil risiko bagi pelaku industri manufaktur berubah sangat cepat seiring meningkatnya konektivitas cloud, adopsi IoT, serta penyatuan sistem operational technology (OT) dan information technology (IT). Serangan yang sebelumnya berfokus pada jaringan perkantoran kini mulai menyasar lini produksi dan lingkungan pabrik.

Dalam konteks ini, gangguan operasional yang berlangsung hanya selama beberapa menit dapat langsung berdampak pada hilangnya output, potensi risiko keselamatan, hingga penalti kontraktual. Ia menekankan bahwa transformasi digital tanpa keamanan yang dibangun sejak awal hanya akan memperluas permukaan serangan.

Baca Juga: Jurus Jitu Menangkal Serangan Siber bagi Perusahaan Manufaktur

ITSEC Asia mencatat bahwa ransomware dan serangan supply chain kini bukan lagi sekadar kasus teoretis. Di Indonesia dan kawasan regional, organisasi industri dan manufaktur mengalami pemantauan dan percobaan serangan setiap hari, dengan sejumlah insiden yang telah berdampak pada sistem produksi.

Seiring meningkatnya integrasi antara OT dan IT, satu perangkat laptop yang terinfeksi, akun pemasok yang dibajak, atau koneksi jarak jauh yang tidak aman dapat langsung mengganggu jalur produksi dan menimbulkan dampak bisnis yang signifikan.

Perusahaan menilai tingkat kesiapan sektor manufaktur Indonesia masih bervariasi. Beberapa perusahaan besar telah menerapkan kontrol keamanan yang kuat, namun banyak pabrik kecil hingga menengah yang masih berada pada tahap awal perjalanan keamanan sibernya.

Pada lingkungan ini, kebijakan dan tata kelola seringkali belum seragam, segmentasi jaringan antara OT dan IT masih lemah belum ada, serta kapabilitas monitoring dan incident response belum disesuaikan dengan lanskap ancaman saat ini. Situasi ini menunjukkan bahwa risiko siber cenderung muncul pada titik terlemah dalam ekosistem produksi, bukan bagian yang paling kuat.



Sumber kerentanan lain muncul dari integrasi peralatan lama dengan sistem digital modern. Banyak pabrik masih mengoperasikan mesin OT berusia puluhan tahun yang tidak dirancang untuk konektivitas always-on.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Terjepit Dua Tekanan...
Terjepit Dua Tekanan Besar, Industri Manufaktur Indonesia Mendekati Batas Stagnasi
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
5 Provinsi di Indonesia...
5 Provinsi di Indonesia Jadi Target Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
Rekomendasi
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Berita Terkini
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Grab Tepis Rumor Keluar...
Grab Tepis Rumor Keluar dari Indonesia, Komitmen untuk UMKM dan Mitra Tetap Kuat
Rupiah Hampir Tembus...
Rupiah Hampir Tembus Rp18.000, Kapan Purbaya Pencet Alarm Darurat?
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved