Menko Airlangga Ajak Investor Tanamkan Modal ke Ekonomi Hijau dan Biru Berkelanjutan
Selasa, 07 Maret 2023 - 23:40 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ketika mewakili Presiden RI memberikan keynote speech pada acara Standard Chartered Indonesia World of Wealth (WOW) ke-19 Tahun 2023. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional , Pemerintah bekerja sama dan berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk pihak swasta dan masyarakat. Dari sisi kebijakan, bauran kebijakan fiskal dan moneter senantiasa disinergikan, terutama untuk menjaga konsumsi masyarakat dan iklim investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Fundamental ekonomi Indonesia pun diyakini tetap solid, karena potensi resesi berdasarkan survei Bloomberg hanya di angka 2%.
“Kebijakan konstruktif PC-PEN yang telah dilakukan menjadi kunci keberhasilan pemulihan ekonomi Indonesia, sebab Pemerintah secara cepat merespon melalui langkah-langkah ‘gas dan rem’ yang mengintegrasikan penanganan kesehatan dengan pemulihan ekonomi nasional,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ketikamewakili Presiden RI memberikan keynote speech pada acara Standard Chartered Indonesia World of Wealth (WOW) ke-19 Tahun 2023 “Accelerate to Blue & Green” di Jakarta, Selasa (7/3/2023).
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh Impresif di 2022, Menko Airlangga: Prospek Cerah untuk Menopang 2023
Hasilnya pada 2022, Indonesia mampu tumbuh 5,31% (yoy). Ini merupakan level tertinggi sejak 2013 (5,56% yoy). Kinerja ekspor pun tumbuh double digit, disertai konsumsi dan investasi yang tumbuh baik. Semua sektor dari sisi supply juga tumbuh positif. Realisasi inflasi pada 2022 tercatat 5,51%. Pemerintah pun tetap menjalankan kebijakan extra efforttahun ini, guna menekan laju inflasi kembali ke rentang target sasaran ±3%.
Sektor jasa keuangan yang masih menggeliat dan likuiditas perbankan yang masih terjaga semakin mengonfirmasi bahwa masih ada ruang untuk mendorong investasi yang bersumber dari tabungan rumah tangga (menengah atas) dan korporasi. Hal ini meningkat signifikan di masa pandemi, tetapi belum dioptimalkan kembali untuk ekspansi dan belanjapasca penghentian PPKM saat ini.
Per Januari 2023, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah 8,03% (yoy) dan kredit 10,53% (yoy), kemudian nilai kelolaan Asset UnderManagement (AUM) mencapai Rp829 triliun dengan reksadana masih menjadi favorit masyarakat dengan nilai Rp509 triliun.
Baca Juga: Menko Airlangga: Revitalisasi Vokasi Jadi Payung Kerja Sama Dekatkan Dunia Pendidikan dan Dunia Usaha
“Kebijakan konstruktif PC-PEN yang telah dilakukan menjadi kunci keberhasilan pemulihan ekonomi Indonesia, sebab Pemerintah secara cepat merespon melalui langkah-langkah ‘gas dan rem’ yang mengintegrasikan penanganan kesehatan dengan pemulihan ekonomi nasional,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto ketikamewakili Presiden RI memberikan keynote speech pada acara Standard Chartered Indonesia World of Wealth (WOW) ke-19 Tahun 2023 “Accelerate to Blue & Green” di Jakarta, Selasa (7/3/2023).
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh Impresif di 2022, Menko Airlangga: Prospek Cerah untuk Menopang 2023
Hasilnya pada 2022, Indonesia mampu tumbuh 5,31% (yoy). Ini merupakan level tertinggi sejak 2013 (5,56% yoy). Kinerja ekspor pun tumbuh double digit, disertai konsumsi dan investasi yang tumbuh baik. Semua sektor dari sisi supply juga tumbuh positif. Realisasi inflasi pada 2022 tercatat 5,51%. Pemerintah pun tetap menjalankan kebijakan extra efforttahun ini, guna menekan laju inflasi kembali ke rentang target sasaran ±3%.
Sektor jasa keuangan yang masih menggeliat dan likuiditas perbankan yang masih terjaga semakin mengonfirmasi bahwa masih ada ruang untuk mendorong investasi yang bersumber dari tabungan rumah tangga (menengah atas) dan korporasi. Hal ini meningkat signifikan di masa pandemi, tetapi belum dioptimalkan kembali untuk ekspansi dan belanjapasca penghentian PPKM saat ini.
Per Januari 2023, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah 8,03% (yoy) dan kredit 10,53% (yoy), kemudian nilai kelolaan Asset UnderManagement (AUM) mencapai Rp829 triliun dengan reksadana masih menjadi favorit masyarakat dengan nilai Rp509 triliun.
Baca Juga: Menko Airlangga: Revitalisasi Vokasi Jadi Payung Kerja Sama Dekatkan Dunia Pendidikan dan Dunia Usaha
Lihat Juga :