Pelaku UMKM Binaan PBA Meneropong Peluang Menembus Pasar Global di Inacraft 2023
Rabu, 08 Maret 2023 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Wakili Presiden Buka INACRAFT 2023, Sandiaga: Bangga Buatan Indonesia
PBA sendiri melakukan kurasi terhadap UMKM binaanya yang ikut dalam pameran tersbeut. Hasilnya ada 15 (lima belas) pelaku UMKM Alumni yang telah lolos kurasi dari cluster Fashion dan handicraft yang dilakukan oleh unit UMKM Alumni PBA.
15 UMKM tersebut terdiri dari tenun baduy-shagira, Dewi Utami baju batik, Tas songket d'ajeng, Natakusae Fashion, Kembang Kamonesan asesoris, Lucy Gallery tas, Kambaniru hijab, Nizana hijab, Noviana craft tas anyaman, Andya handmade tas etnik, Qukyta shoes, Quais-busana etnik, Nara Beads-asesoris mutiara, Roemah Taffira, dan Athira Designed At You, Fashion Etnik & Hand Painting.
Selama 5 (lima) hari pameran Inacraft 2023, pelaku UMKM Alumni PBA berhasil menjual berbagai pakaian etnik serta produk kreatif lainnya dengan rata-rata penjualan Rp12-15 juta per harinya. PBA selalu membuka peluang pasar bagi anggota UMKM Alumni PBA dengan melibatkan para anggotanya dalam setiap kegiatan ekshibisi, fashion show dan pameran seperti kegiatan Inacraft 2023, ujar Azoo.
Selain itu, pelaku UMKM Alumni juga belajar berinteraksi dengan para konsumen, sekaligus membaca selera pasar, sehingga dapat menciptakan produk baru yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
“Mungkin ini satu-satunya stand yang isinya adalah UMKM dari alumni Universitas Padjadjaran, ada di situ dari kampus lain, ada organisasi-organisasi dari pemerintah atau organisasi di bawah pemerintah, tetapi untuk organisasi mandiri apalagi mengatasnamakan alumni universitas, kayaknya kita cuma satu-satunya,” jelas Ketua Hubungan Antar Lembaga PBA, Dewi Tenty.
PBA sendiri melakukan kurasi terhadap UMKM binaanya yang ikut dalam pameran tersbeut. Hasilnya ada 15 (lima belas) pelaku UMKM Alumni yang telah lolos kurasi dari cluster Fashion dan handicraft yang dilakukan oleh unit UMKM Alumni PBA.
15 UMKM tersebut terdiri dari tenun baduy-shagira, Dewi Utami baju batik, Tas songket d'ajeng, Natakusae Fashion, Kembang Kamonesan asesoris, Lucy Gallery tas, Kambaniru hijab, Nizana hijab, Noviana craft tas anyaman, Andya handmade tas etnik, Qukyta shoes, Quais-busana etnik, Nara Beads-asesoris mutiara, Roemah Taffira, dan Athira Designed At You, Fashion Etnik & Hand Painting.
Selama 5 (lima) hari pameran Inacraft 2023, pelaku UMKM Alumni PBA berhasil menjual berbagai pakaian etnik serta produk kreatif lainnya dengan rata-rata penjualan Rp12-15 juta per harinya. PBA selalu membuka peluang pasar bagi anggota UMKM Alumni PBA dengan melibatkan para anggotanya dalam setiap kegiatan ekshibisi, fashion show dan pameran seperti kegiatan Inacraft 2023, ujar Azoo.
Selain itu, pelaku UMKM Alumni juga belajar berinteraksi dengan para konsumen, sekaligus membaca selera pasar, sehingga dapat menciptakan produk baru yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
“Mungkin ini satu-satunya stand yang isinya adalah UMKM dari alumni Universitas Padjadjaran, ada di situ dari kampus lain, ada organisasi-organisasi dari pemerintah atau organisasi di bawah pemerintah, tetapi untuk organisasi mandiri apalagi mengatasnamakan alumni universitas, kayaknya kita cuma satu-satunya,” jelas Ketua Hubungan Antar Lembaga PBA, Dewi Tenty.
Lihat Juga :