Perkuat CPP, Wamen BUMN Minta ID Food Maksimalkan Rantai Pasok
Kamis, 09 Maret 2023 - 10:53 WIB
loading...
Wamen BUMN Pahala N. Mansury saat meninjau infrastruktur gudang pangan dan fasilitas logistik ID Food Group. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN meminta Holding BUMN Pangan atau ID Food memaksimalkan rantai pasok pangan terintegrasi. Langkah itu dilakukan melalui optimalisasi aset hingga infrastruktur pergudangan.
Baca juga: Dukungan BI dan Kemenkeu Bisa Bantu Bulog dan Id Food Raih Pinjaman Rp40 Triliun
“Melalui optimalisasi aset, infrastruktur pergudangan ID food Group perlu dimaksimalkan untuk rantai pasok pangan terintegrasi," ujar Pahala melalui keterangan pers, dikutip Kamis (9/3/2023).
Pahala mencatat ID Food perlu menyiapkan infrastruktur logistik mulai dari gudang kering dan berpendingin, armada, serta teknologi pendukung operasional pengendali stok pangan.
“Dalam pengelolaannya, dipastikan juga kedisiplinan terhadap pengelolaan risiko operasional pergudangan,” katanya.
Untuk mendukung program cadangan pangan pemerintah (CPP) ID Food tengah menyiapkan sistem rantai pasok pangan terintegrasi. Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan, mengatakan sistem tersebut berfungsi mengintegrasikan hulu hilir pangan mulai dari produsen, distributor hingga ke konsumen dengan dukungan ID Food Group sektor perdagangan logistik.
Di tingkat hulu, sistem ini mendata produsen berdasarkan komoditas pangan di seluruh Indonesia, spesifikasi produk, pola produksi pangan berdasarkan musim, maupun tren harga pangan. Sementara di tingkat distributor atau hilir, sistem akan mendata distributor komoditas di berbagai daerah, monitoring pergerakan harga pasar atau harga konsumen di seluruh wilayah guna menjaga keseimbangan pasokan.
“Jadi dengan digitalisasi, ID Food akan mengoperasikan sistem supply dan demons stok pangan dan mendapatkan informasi jika mendapat peningkatan permintaan stok di suatu daerah,” ucap Frans.
Baca juga: Baru Kali Ini, Elon Musk Minta Maaf ke Karyawan
Menurutnya, langkah ini pun merupakan cara tepat sebagai upaya dalam mengamankan pasokan pangan. Oleh sebab itu, ia pun mengajak kolaborasi para produsen atau supplier pangan untuk bersinergi dengan BUMN ID Food.
Baca juga: Dukungan BI dan Kemenkeu Bisa Bantu Bulog dan Id Food Raih Pinjaman Rp40 Triliun
“Melalui optimalisasi aset, infrastruktur pergudangan ID food Group perlu dimaksimalkan untuk rantai pasok pangan terintegrasi," ujar Pahala melalui keterangan pers, dikutip Kamis (9/3/2023).
Pahala mencatat ID Food perlu menyiapkan infrastruktur logistik mulai dari gudang kering dan berpendingin, armada, serta teknologi pendukung operasional pengendali stok pangan.
“Dalam pengelolaannya, dipastikan juga kedisiplinan terhadap pengelolaan risiko operasional pergudangan,” katanya.
Untuk mendukung program cadangan pangan pemerintah (CPP) ID Food tengah menyiapkan sistem rantai pasok pangan terintegrasi. Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan, mengatakan sistem tersebut berfungsi mengintegrasikan hulu hilir pangan mulai dari produsen, distributor hingga ke konsumen dengan dukungan ID Food Group sektor perdagangan logistik.
Di tingkat hulu, sistem ini mendata produsen berdasarkan komoditas pangan di seluruh Indonesia, spesifikasi produk, pola produksi pangan berdasarkan musim, maupun tren harga pangan. Sementara di tingkat distributor atau hilir, sistem akan mendata distributor komoditas di berbagai daerah, monitoring pergerakan harga pasar atau harga konsumen di seluruh wilayah guna menjaga keseimbangan pasokan.
“Jadi dengan digitalisasi, ID Food akan mengoperasikan sistem supply dan demons stok pangan dan mendapatkan informasi jika mendapat peningkatan permintaan stok di suatu daerah,” ucap Frans.
Baca juga: Baru Kali Ini, Elon Musk Minta Maaf ke Karyawan
Menurutnya, langkah ini pun merupakan cara tepat sebagai upaya dalam mengamankan pasokan pangan. Oleh sebab itu, ia pun mengajak kolaborasi para produsen atau supplier pangan untuk bersinergi dengan BUMN ID Food.
(uka)
Lihat Juga :