Pos Indonesia Perkuat Sinergi dengan Kementerian dan Lembaga
Sabtu, 11 Maret 2023 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini Pos Indonesia memiliki 4.308 cabang pembantu yang berlokasi di kecamatan. Dari angka tersebut 2.300 di antaranya adalah kantor cabang yang disupport oleh Kementerian Kominfo. Dengan 4.308 cabang tersebut, Pos Indonesia menjadi operator logistik yang paling luas jangkauannya.
“Di luar itu kami masih punya drop point atau outlet kecil yang berjumlah lebih dari 41.000. Kami juga punya Oranger, pasukan kami yang berpakaian oranye. Ada Oranger Mawar sebanyak 1.800, Oranger Mobile ada 8.000,” katanya.
Pos Indonesia juga hadir 228 negara, artinya ada di hampir seluruh pelosok dunia. Tentunya dengan pola keterikatan yang diatur oleh IATA dan Universal Postal Union. “Dengan keunggulan tersebut kami percaya diri menawarkan pelayanan dengan advantage value, comparative advantage yang dimiliki Pos Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran bisnis kurir dan logistik Pos Indonesia pun turut membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian terdapat sejumlah tantangan yang mesti dihadapi oleh Pos Indonesia.
(Baca juga:Salurkan BLT, Sulsel Gandeng Pos Indonesia)
Sektor logistik dan pergudangan memiliki kontribusi besar dalam pertumbuhan perekonomian. “Oleh karena itu sektor terkait jasa pengiriman di Indonesia dalam tren pertumbuhan yang solid dan prospek ke depan bagus,” kata Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar.
Laju perkembangan ekonomi digital yang cukup pesat juga mendorong industri kurir ikut melesat. Industri kurir tumbuh cepat seiring perkembangan ekonomi digital yang memerlukan pengiriman barang dari satu daerah ke daerah lain. “Semakin terintegrasinya ekonomi antar wilayah juga menjadikan peran penting industri kurir dan paket,” ucapnya.
Meski berpotensi besar, saat ini Pos Indonesia belum dijadikan pilihan utama masyarakat untuk pengiriman barang dan logistik. Ceruk pasar masih didominasi penyedia layanan sejenis.
“Di luar itu kami masih punya drop point atau outlet kecil yang berjumlah lebih dari 41.000. Kami juga punya Oranger, pasukan kami yang berpakaian oranye. Ada Oranger Mawar sebanyak 1.800, Oranger Mobile ada 8.000,” katanya.
Pos Indonesia juga hadir 228 negara, artinya ada di hampir seluruh pelosok dunia. Tentunya dengan pola keterikatan yang diatur oleh IATA dan Universal Postal Union. “Dengan keunggulan tersebut kami percaya diri menawarkan pelayanan dengan advantage value, comparative advantage yang dimiliki Pos Indonesia,” ujarnya.
Kehadiran bisnis kurir dan logistik Pos Indonesia pun turut membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian terdapat sejumlah tantangan yang mesti dihadapi oleh Pos Indonesia.
(Baca juga:Salurkan BLT, Sulsel Gandeng Pos Indonesia)
Sektor logistik dan pergudangan memiliki kontribusi besar dalam pertumbuhan perekonomian. “Oleh karena itu sektor terkait jasa pengiriman di Indonesia dalam tren pertumbuhan yang solid dan prospek ke depan bagus,” kata Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar.
Laju perkembangan ekonomi digital yang cukup pesat juga mendorong industri kurir ikut melesat. Industri kurir tumbuh cepat seiring perkembangan ekonomi digital yang memerlukan pengiriman barang dari satu daerah ke daerah lain. “Semakin terintegrasinya ekonomi antar wilayah juga menjadikan peran penting industri kurir dan paket,” ucapnya.
Meski berpotensi besar, saat ini Pos Indonesia belum dijadikan pilihan utama masyarakat untuk pengiriman barang dan logistik. Ceruk pasar masih didominasi penyedia layanan sejenis.
Lihat Juga :