Pos Indonesia Perkuat Sinergi dengan Kementerian dan Lembaga

Sabtu, 11 Maret 2023 - 19:41 WIB
loading...
Pos Indonesia Perkuat...
(Kiri-kanan) Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia Siti Choiriana, Direktur Pos Ditjen PPI Kominfo Gunawan Hutagalung, dan Direktur Business Development & Portofolio Management PT Pos Indonesia Prasabri Pesti pada acara Customer Gathering: L
A A A
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga. Pos Indonesia pun menegaskan posisinya sebagai partner pemerintah, khususnya dari sisi bisnis kurir dan logistik.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana mengatakan Pos Indonesia tahun ini berusia 277 tahun. Pos Indonesia dikenal sebagai postal company.

“Kami ini as a logistic company yang selama ini jarang terdengar karena kami jauh dari customer. Maka kami perlu dekat dengan customer, khususnya kementerian/lembaga dan lainnya, karena kami menyadari harus bisa memberikan dukungan kepada negara,” kata Siti Choiriana pada acara Customer Gathering: Logistic Day, di Kuta, Bali, Jumat (10/3/2023).

(Baca juga:Pos Indonesia Luncurkan Nomor Halo Pos Baru)

Pos Indonesia diketahui memiliki jaringan luas dan tersebar hingga ke daerah terpencil, tertinggal, terdepan (3T), bahkan juga ke luar negeri. Pos Indonesia juga memperkuat sistem dengan digitalisasi sebagai bagian dari pelayanan.

“Kami mendorong digitalisasi dan modernisasi sistem. Kami melakukan berbagai upaya untuk menaikkan service setara untuk semua layanan, baik kepentingan domestik yang menjangkau daerah 3T dan internasional karena jaringan kami masuk ada di 228 negara,” kata ana, sapaan akrab Siti Choiriana.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Business Development & Portofolio Management PT Pos Indonesia (Persero) Prasabri Pesti menambahkan bisnis kurir dan logistik kata kuncinya tiga, yaitu coverage, coverage, dan coverage. “Tiga kata kunci itu kami miliki dengan kehadiran kami di hampir 76% kecamatan di seluruh Indonesia,” katanya.

(Baca juga:Perluas Market Internasional, Pos Indonesia Luncurkan Pos Migran Indonesia)

Saat ini Pos Indonesia memiliki 4.308 cabang pembantu yang berlokasi di kecamatan. Dari angka tersebut 2.300 di antaranya adalah kantor cabang yang disupport oleh Kementerian Kominfo. Dengan 4.308 cabang tersebut, Pos Indonesia menjadi operator logistik yang paling luas jangkauannya.

“Di luar itu kami masih punya drop point atau outlet kecil yang berjumlah lebih dari 41.000. Kami juga punya Oranger, pasukan kami yang berpakaian oranye. Ada Oranger Mawar sebanyak 1.800, Oranger Mobile ada 8.000,” katanya.

Pos Indonesia juga hadir 228 negara, artinya ada di hampir seluruh pelosok dunia. Tentunya dengan pola keterikatan yang diatur oleh IATA dan Universal Postal Union. “Dengan keunggulan tersebut kami percaya diri menawarkan pelayanan dengan advantage value, comparative advantage yang dimiliki Pos Indonesia,” ujarnya.

Kehadiran bisnis kurir dan logistik Pos Indonesia pun turut membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian terdapat sejumlah tantangan yang mesti dihadapi oleh Pos Indonesia.

(Baca juga:Salurkan BLT, Sulsel Gandeng Pos Indonesia)

Sektor logistik dan pergudangan memiliki kontribusi besar dalam pertumbuhan perekonomian. “Oleh karena itu sektor terkait jasa pengiriman di Indonesia dalam tren pertumbuhan yang solid dan prospek ke depan bagus,” kata Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar.

Laju perkembangan ekonomi digital yang cukup pesat juga mendorong industri kurir ikut melesat. Industri kurir tumbuh cepat seiring perkembangan ekonomi digital yang memerlukan pengiriman barang dari satu daerah ke daerah lain. “Semakin terintegrasinya ekonomi antar wilayah juga menjadikan peran penting industri kurir dan paket,” ucapnya.

Meski berpotensi besar, saat ini Pos Indonesia belum dijadikan pilihan utama masyarakat untuk pengiriman barang dan logistik. Ceruk pasar masih didominasi penyedia layanan sejenis.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pos Indonesia. Namun kita tahu bahwa Pos Indonesia unggul dalam jumlah sebaran outletnya di seluruh Indonesia sampai ke desa-desa. Keunggulan kompetitif dari Pos Indonesia ini yang ke depan perlu terus dioptimalkan. Tinggal kita mendorong bagaimana branding PT Pos ini menjadi pilihan utama konsumen Indonesia,” tuturnya.

Tantangan yang mesti dihadapi Pos Indonesia cukup besar. Saat ini terdapat 756 penyelenggara pos di Indonesia. Banyaknya penyedia layanan pos tersebut karena wilayah Indonesia yang luas dan tersebar.

Direktur Pos Ditjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Gunawan Hutagalung, menyebutkan Pos Indonesia memiliki lima keuntungan bila menyelenggarakan layanan pos.

“Pertama, Pos Indonesia memiliki jaringan di seluruh wilayah NKRI yang terdiri dari 24.000 titik layanan yang menjangkau 100% kota/kabupaten. Hampir 100% kecamatan dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia,” kata Gunawan.

Kedua, Pos Indonesia sebagai designated operator yang memiliki jaringan internasional ke seluruh negara dunia. Ketiga, Pos Indonesia memiliki pengalaman dalam pengiriman pos di Indonesia lebih dari 200 tahun

“Keempat, Pos Indonesia memiliki sarana, prasarana, dan fasilitas yang terstandar. Terakhir, Pos Indonesia sebagai penyelenggara pos BUMN lebih kuat dari sisi organisasi,” ujarnya.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Mendorong Dialog Lintas...
Mendorong Dialog Lintas Sektor demi Percepat Elektrifikasi Logistik Perkotaan
Lepas Jabatan Direktur...
Lepas Jabatan Direktur Transjakarta, Daud Joseph Didapuk jadi Dirut PT Pos Indonesia
Inacraf 2026, PosIND...
Inacraf 2026, PosIND Siapkan Logistik UMKM Menuju Pasar Nasional dan Global
Perluas Jangkauan Layanan,...
Perluas Jangkauan Layanan, Operasional BGR Logistik Makin Kuat di Madura
Melalui PosIND Pemerintah...
Melalui PosIND Pemerintah Beri Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Alam di Pidie Jaya
Diskusi Industri: Chandra...
Diskusi Industri: Chandra Asri Mantapkan Arah Transformasi Bisnis Regional
Rumah Zakat Salurkan...
Rumah Zakat Salurkan Donasi BTN dan Pos Indonesia untuk Pemulihan Bencana Sumatera
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved